Outsourcing bentuk baru perbudakan
Selasa, 02 Oktober 2012 - 14:57 WIB
Outsourcing bentuk baru perbudakan
A
A
A
Sindonews.com - Sistem kerja kontrak, dan outsourcing dianggap sebagai bentuk dari perbudakan modern, karena semakin menjauhkan buruh dari kesejahteraan ekonomi.
Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, sistem kerja kontrak dan outsourcing menimbulkan ketidakpastian kerja yang bisa berimbas terhadap eksistensi manusia.
"Model hubungan kerja kontrak, dan outsourcing sebagai bentuk baru dari sistem perbudakan modern, adalah cara kaum majikan membelenggu rasa kemanusiaan dan keadilan. Buruh kontrak dan outsourcing mengalami ketidakadilan upah," katanya di Sekretariat Kasbi, Pisangan Timur, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2012).
Dia mengungkap, KASBI sejak awal mendesak agar pemerintah segera menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing, karena telah memposisikan buruh sebagai binatang perahan.
Lebih lanjut, dia menegaskan, aksi mogok nasional yang akan dilakukan sekira 130 ribu buruh pada 3 Oktober 2012 mendatang adalah salah satu bentuk perjuangan pihaknya, untuk memperbaiki nasib buruh.
Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, sistem kerja kontrak dan outsourcing menimbulkan ketidakpastian kerja yang bisa berimbas terhadap eksistensi manusia.
"Model hubungan kerja kontrak, dan outsourcing sebagai bentuk baru dari sistem perbudakan modern, adalah cara kaum majikan membelenggu rasa kemanusiaan dan keadilan. Buruh kontrak dan outsourcing mengalami ketidakadilan upah," katanya di Sekretariat Kasbi, Pisangan Timur, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2012).
Dia mengungkap, KASBI sejak awal mendesak agar pemerintah segera menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing, karena telah memposisikan buruh sebagai binatang perahan.
Lebih lanjut, dia menegaskan, aksi mogok nasional yang akan dilakukan sekira 130 ribu buruh pada 3 Oktober 2012 mendatang adalah salah satu bentuk perjuangan pihaknya, untuk memperbaiki nasib buruh.
(lil)