Teks pancasila, dijadikan terapi orang gila
Senin, 01 Oktober 2012 - 11:17 WIB
Teks pancasila, dijadikan terapi orang gila
A
A
A
Sindonews.com - Apa jadinya bila ratusan pasien gangguan jiwa yang menjalani perawatan di Pondok Gila Demak, Jawa Tengah, mengikuti lomba menghafal teks pancasila? Lomba itu selain untuk memperingati hari kesaktian pancasila, juga sekaligus sebagai terapi untuk mengembalikan ingatan para pasien.
Para pasien gangguan jiwa di Pondok Maunatul Mubarok, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba menghafal teks pancasila. mereka diarahkan para pengurus untuk berbaris di halaman panti rehabilitasi yang biasa disebut sebagai pondok gila tersebut.
Sebelum berlomba, salah seorang pasien memimpin pembacaan teks pancasila yang diikuti seluruh pasien. hingga pada akhirnya berbagai kelucuan pun muncul saat satu-persatu pasien maju untuk membaca teks pancasila di hadapan para pasien lainnya.
Sejumlah pasien belepotan saat menghafal teks pancasila, namun tak jarang para pasien juga dapat melafalkan lima butir pancasila secara lancar. Seorang pasien tidak mengerti dan menolak mengikuti arahan pengurus, untuk mengikuti lomba, dia tetap duduk bersimpuh dan ketakutan.
Bahkan, salah seorang dengan langkah tegap maju ke lapangan, namun tidak membaca teks pancasila, melainkan membaca doa-doa dan ceramah.
Menurut salah seorang pengurus pondok gila, lomba tersebut sengaja digelar untuk memperingati hari kesakstian pancasila. Selain itu juga sekaligus sebagai bentuk terapi terhadap pasien, agar mampu mengingat kembali masa lalunya.
Usai mengikuti lomba, para pasien kembali diarahkan kembali ke ruang perawatan masing-masing. Rata-rata pasien yang dirawat di pondok gila ini, merupakan pasien dari keluarga tidak mampu yang hanya sekedar dititipkan untuk dirawat. kebanyakan mereka telah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa namun tidak segera sembuh.
Para pasien gangguan jiwa di Pondok Maunatul Mubarok, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba menghafal teks pancasila. mereka diarahkan para pengurus untuk berbaris di halaman panti rehabilitasi yang biasa disebut sebagai pondok gila tersebut.
Sebelum berlomba, salah seorang pasien memimpin pembacaan teks pancasila yang diikuti seluruh pasien. hingga pada akhirnya berbagai kelucuan pun muncul saat satu-persatu pasien maju untuk membaca teks pancasila di hadapan para pasien lainnya.
Sejumlah pasien belepotan saat menghafal teks pancasila, namun tak jarang para pasien juga dapat melafalkan lima butir pancasila secara lancar. Seorang pasien tidak mengerti dan menolak mengikuti arahan pengurus, untuk mengikuti lomba, dia tetap duduk bersimpuh dan ketakutan.
Bahkan, salah seorang dengan langkah tegap maju ke lapangan, namun tidak membaca teks pancasila, melainkan membaca doa-doa dan ceramah.
Menurut salah seorang pengurus pondok gila, lomba tersebut sengaja digelar untuk memperingati hari kesakstian pancasila. Selain itu juga sekaligus sebagai bentuk terapi terhadap pasien, agar mampu mengingat kembali masa lalunya.
Usai mengikuti lomba, para pasien kembali diarahkan kembali ke ruang perawatan masing-masing. Rata-rata pasien yang dirawat di pondok gila ini, merupakan pasien dari keluarga tidak mampu yang hanya sekedar dititipkan untuk dirawat. kebanyakan mereka telah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa namun tidak segera sembuh.
(san)