Polisi temukan kejanggalan konstruksi monumen maut
Minggu, 30 September 2012 - 20:13 WIB
Polisi temukan kejanggalan konstruksi monumen maut
A
A
A
Sindonews.com - Terkait tewasnya siswa SDN Ciheuleut yang tertimpa dinding monumen sekolah, Polisi Sektor (Polsek) Bogor Timur terus melakukan olah TKP. Disini polisi melihat kejanggalan konstruksi monumen yang dibangun tahun 2007 silam.
Jajaran Reskrim Polsek Bogor Timur terus mendalami kasus ambruknya dinding monumen sekolah yang menewaskan Rifki Fahneza (9) siswa kelas III SDN Ciheuleut 2, Kelurahan Ciheuleut, Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu 29 September 2012 lalu.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihak kepolisian menemukan kejanggalan terkait konstruksi monumen setinggi 1,5 meter itu.
"Bangunan monumen tersebut dibangun sejak 2007, meski demikian kita akan selidiki beberapa faktor penyebab ambruknya monumen tersebut, baik dari sisi konstruksi maupun lainnya," jelas Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino, Minggu (30/9/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan belum memeriksa saksi korban dan pihak sekolah. Orang tua korban katanya, masih syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.
"Kita belum lakukan pemeriksaan, karena orang tua korban masih syok, demikian pula pihak sekolah. Mungkin, Senin (besok) akan kita mulai lakukan pemeriksaan," katanya.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Titin Sutinah, salah satu orang tua murid kelas III SDN Ciheuleut 2. Menurut Titin, monumen itu baru dibangun sekitar dua bulan lalu.
"Kalau sekolahnya memang selesai direnovasi tahun 2007 dan diresmikan Wali Kota tahun 2008, tapi pembangunan monumen itu baru dua bulan lalu," kata Titin Sutinah.
Titin, orang tua Winda, teman akrab almarhum Rifki Fahneza, menambahkan hingga saat ini Novi, orang tua korban masih syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.
"Saya ikut mengantar almarhum sampai ke tempat pemakaman, dan Ibu Novi masih terpukul dengan meninggalnya Iki," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Rifki Fahneza (9), murid kelas 3 A, SD Negeri Ciheluleut II, tewas mengenaskan setelah tertimpa prasasti sekolah, Sabtu 29 September 2012 pagi usai mengikuti latihan pramuka.
Rifki sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bogor Medical Center (BMC) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa Rifky tak tertolong karena luka di kepala bagian belakangnya cukup parah.
Jajaran Reskrim Polsek Bogor Timur terus mendalami kasus ambruknya dinding monumen sekolah yang menewaskan Rifki Fahneza (9) siswa kelas III SDN Ciheuleut 2, Kelurahan Ciheuleut, Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu 29 September 2012 lalu.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihak kepolisian menemukan kejanggalan terkait konstruksi monumen setinggi 1,5 meter itu.
"Bangunan monumen tersebut dibangun sejak 2007, meski demikian kita akan selidiki beberapa faktor penyebab ambruknya monumen tersebut, baik dari sisi konstruksi maupun lainnya," jelas Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino, Minggu (30/9/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan belum memeriksa saksi korban dan pihak sekolah. Orang tua korban katanya, masih syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.
"Kita belum lakukan pemeriksaan, karena orang tua korban masih syok, demikian pula pihak sekolah. Mungkin, Senin (besok) akan kita mulai lakukan pemeriksaan," katanya.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan Titin Sutinah, salah satu orang tua murid kelas III SDN Ciheuleut 2. Menurut Titin, monumen itu baru dibangun sekitar dua bulan lalu.
"Kalau sekolahnya memang selesai direnovasi tahun 2007 dan diresmikan Wali Kota tahun 2008, tapi pembangunan monumen itu baru dua bulan lalu," kata Titin Sutinah.
Titin, orang tua Winda, teman akrab almarhum Rifki Fahneza, menambahkan hingga saat ini Novi, orang tua korban masih syok dengan kejadian yang menimpa anaknya.
"Saya ikut mengantar almarhum sampai ke tempat pemakaman, dan Ibu Novi masih terpukul dengan meninggalnya Iki," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Rifki Fahneza (9), murid kelas 3 A, SD Negeri Ciheluleut II, tewas mengenaskan setelah tertimpa prasasti sekolah, Sabtu 29 September 2012 pagi usai mengikuti latihan pramuka.
Rifki sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bogor Medical Center (BMC) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa Rifky tak tertolong karena luka di kepala bagian belakangnya cukup parah.
(ysw)