2 tahun tak digaji, 14 PRT kabur
Minggu, 30 September 2012 - 10:50 WIB
2 tahun tak digaji, 14 PRT kabur
A
A
A
Sindonews.com – Selama dua tahun berkerja tak diberi gaji, 14 pembantu rumah tangga (PRT) nekat kabur dari rumah majikannya di Bogor, Jawa Barat. Mereka terlantar di kantor PT Jasa Marga Bogor setelah berjalan kaki dari rumah majikannya karena tidak memiliki ongkos.
Mereka mengaku bekerja di rumah seorang yang bernama Situmorang di Perumahan Bogor Baru Block C 5 No 8, sebagai penjaga rumah, tukang kebun, tukang masak dan lainnya. Selama dua tahun bekerja mereka hanya diberi makan dan uang saku sebesar Rp10 ribu per hari.
Para PRT ini kabur sejak Sabtu 29 September 2012 sore dengan menyusuri Jalan Tol Jagorawi hingga akhirnya berteduh di Kantor Jasa Marga karena hujan deras pada Minggu (30/920120) dini hari.
Awalnya petugas satpam yang piket sore itu mengira mereka adalah pekerja jalan tol yang sedang dalam tahap pelebaran. Namun menjelang malam hari mereka tetap menunggu di kantor Jasa Marga tersebut, lalu satpam yang piket menghampiri mereka.
Setelah ditanya, ternyata mereka adalah pembantu yang melarikan diri dari rumah majikannya. Saat di jumpai petugas Jasa Marga, kondisi mereka terlihat lemah karena kelelahan. Mengetahui kondisi mereka, petugas Jasa Marga langsung menghubungi Pores Bogor.
Mendapat laporan, Reskrim Polres Bogor Kota langsung mendatangi Kantor Jasa Marga untuk mencari keterangan dari mereka.
“Mereka berniat pulang ke kampong halamannya di Nusa Tenggara Timur tapi tak memiliki ongkos,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Didik Purwanto, di Bogor Minggu (30/9/2012).
Ia menjelaskan, mereka nekat kabur karena sudah dua tahun bekerja tapi tidak pernah digaji. Selama ini, mereka hanya diberi makan dan uang saku sebesar Rp10 ribu perhari.
“Kami akan selidiki masalah ini dan meminta keterangan majikan mereka,” pungkasnya. Untuk memberi rasa aman, petugas membawa mereka ke Mapolres Bogor.
Mereka mengaku bekerja di rumah seorang yang bernama Situmorang di Perumahan Bogor Baru Block C 5 No 8, sebagai penjaga rumah, tukang kebun, tukang masak dan lainnya. Selama dua tahun bekerja mereka hanya diberi makan dan uang saku sebesar Rp10 ribu per hari.
Para PRT ini kabur sejak Sabtu 29 September 2012 sore dengan menyusuri Jalan Tol Jagorawi hingga akhirnya berteduh di Kantor Jasa Marga karena hujan deras pada Minggu (30/920120) dini hari.
Awalnya petugas satpam yang piket sore itu mengira mereka adalah pekerja jalan tol yang sedang dalam tahap pelebaran. Namun menjelang malam hari mereka tetap menunggu di kantor Jasa Marga tersebut, lalu satpam yang piket menghampiri mereka.
Setelah ditanya, ternyata mereka adalah pembantu yang melarikan diri dari rumah majikannya. Saat di jumpai petugas Jasa Marga, kondisi mereka terlihat lemah karena kelelahan. Mengetahui kondisi mereka, petugas Jasa Marga langsung menghubungi Pores Bogor.
Mendapat laporan, Reskrim Polres Bogor Kota langsung mendatangi Kantor Jasa Marga untuk mencari keterangan dari mereka.
“Mereka berniat pulang ke kampong halamannya di Nusa Tenggara Timur tapi tak memiliki ongkos,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Didik Purwanto, di Bogor Minggu (30/9/2012).
Ia menjelaskan, mereka nekat kabur karena sudah dua tahun bekerja tapi tidak pernah digaji. Selama ini, mereka hanya diberi makan dan uang saku sebesar Rp10 ribu perhari.
“Kami akan selidiki masalah ini dan meminta keterangan majikan mereka,” pungkasnya. Untuk memberi rasa aman, petugas membawa mereka ke Mapolres Bogor.
(ysw)