Ini penyebab jatuhnya pesawat saat aerobatik
Sabtu, 29 September 2012 - 20:01 WIB
Ini penyebab jatuhnya pesawat saat aerobatik
A
A
A
Sindonews.com - Penyebab jatuhnya pesawat AS 202 Bravo/LM 2003 yang yang menewaskan Marskal Pertama TNI AU (Purn) Norman Lubis (69) dan co pilot Letkol TNI AU (Purn) Toni Nugroho, hingga kini masih dalam penyelidikan.
Namun, ada beberapa sebab yang dimungkinkan menjadi faktor jatuhnya pesawat tersebut.
Direktur Bandung Pilot Academic (BPA) M Nasrun Natsir mengatakan, atraksi pesawat di udara atau aerobatik memang penuh resiko.
"Penyebab terjadinya resiko bisa faktor media (pesawatnya), mesin, manusia, manajemen(perawatan)," kata Nasrun, menganalisis sebab-sebab jatuhnya pesawat aerobatik, Sabtu (29/9/2012)
Namun, dia enggan berandai-andai penyebab pasti jatuhnya Bravo AS-202 siang tadi. Menurutnya, bisa saja disebabkan berbagai faktor. Sedangkan faktor cuaca, menurutnya, siang tadi cuaca cerah dan cocok untuk dilaksanakan aerobatik.
Kata dia, Bravo AS-202 merupakan pesawat latih yang dioperasikan FASI dari hibah TNI AU pada 2001 lalu. Pesawat ini buatan Swiss tahun 1980. Saat ini, pesawat tersebut dirawat oleh Norman.
Namun dalam melakukan aerobatik diperlukan banyak latihan. "Dalam aerobatik badan dan mesin sudah jadi satu. Yang penting latihan," tandasnya.
Selain itu, pilot juga harus mampu menguasai karakteristik pesawat yang akan dilakukan aerobatik. Menurutnya, setiap jenis pesawat memiliki karakter tersendiri yang harus dipahami pilot.
Namun, ada beberapa sebab yang dimungkinkan menjadi faktor jatuhnya pesawat tersebut.
Direktur Bandung Pilot Academic (BPA) M Nasrun Natsir mengatakan, atraksi pesawat di udara atau aerobatik memang penuh resiko.
"Penyebab terjadinya resiko bisa faktor media (pesawatnya), mesin, manusia, manajemen(perawatan)," kata Nasrun, menganalisis sebab-sebab jatuhnya pesawat aerobatik, Sabtu (29/9/2012)
Namun, dia enggan berandai-andai penyebab pasti jatuhnya Bravo AS-202 siang tadi. Menurutnya, bisa saja disebabkan berbagai faktor. Sedangkan faktor cuaca, menurutnya, siang tadi cuaca cerah dan cocok untuk dilaksanakan aerobatik.
Kata dia, Bravo AS-202 merupakan pesawat latih yang dioperasikan FASI dari hibah TNI AU pada 2001 lalu. Pesawat ini buatan Swiss tahun 1980. Saat ini, pesawat tersebut dirawat oleh Norman.
Namun dalam melakukan aerobatik diperlukan banyak latihan. "Dalam aerobatik badan dan mesin sudah jadi satu. Yang penting latihan," tandasnya.
Selain itu, pilot juga harus mampu menguasai karakteristik pesawat yang akan dilakukan aerobatik. Menurutnya, setiap jenis pesawat memiliki karakter tersendiri yang harus dipahami pilot.
(lns)