Tim Mabes AU selidiki tragedi BAS 2012
Sabtu, 29 September 2012 - 15:53 WIB
Tim Mabes AU selidiki tragedi BAS 2012
A
A
A
Sindonews.com - Insiden jatuhnya pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 yang menewaskan Marsekal Pertama TNI (purn) Norman Lubis dan Letkol Pnb (purn) Toni Hartono saat bermanuver di Bandung Air Show (BAS) 2012 masih diselidiki Mabes TNI AU.
Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono mengatakan, untuk menyelidiki tragedi jatuhnya pesawat latih pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kasus ini akan diselidiki oleh tim dari Mabes AU (Angkatan Udara) dan Fasi (Federasi Aerosport Indonesia),” jelasnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Lanud Husen Sastranegara, Bandung Sabtu (29/9/2012).
Menurutnya, kedua tim tersebut telah berangkat dari Jakarta menuju lokasi jatuhnya pesawat di kantor Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardya Garini di lingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
Ditanya mengenai dugaan sementara jatuhnya pesawat tersebut, Umar belum bisa memastikan, pasalnya hal tersebut harus menunggu hasil penyelidikan tim.
“Kami belum tahu sampai kapan (penyelidikan). Ini semua butuh cukup waktu. Tapi kami inginnya segera,” katanya.
Ditempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, penyelidikan akan dilakukan oleh pihak TNI AU. “Tapi kalau kita (Polri) dibutuhkan, kami juga siap membantu,” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 itu adalah buatan Swiss tahun 1976. Pesawat tersebut, kini digunakan oleh FASI sebagai pesawat latih yang terbang pada Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya.
Seperti diketahui, pesawat itu jatuh ketika melakukan atraksi pada acara BAS 2012 sekitar pukul 11.37 WIB. Pesawat ini dikemudikan oleh Marsekal Pertama (purn) Norman Lubis dan Letkol (purn) Toni Hartono. Keduanya meninggal dunia setelah pesawatnya jatuh dan menabrak kantor Persatuan Istri Angakta Udara (PIA) Ardya Garini dilingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono mengatakan, untuk menyelidiki tragedi jatuhnya pesawat latih pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kasus ini akan diselidiki oleh tim dari Mabes AU (Angkatan Udara) dan Fasi (Federasi Aerosport Indonesia),” jelasnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Lanud Husen Sastranegara, Bandung Sabtu (29/9/2012).
Menurutnya, kedua tim tersebut telah berangkat dari Jakarta menuju lokasi jatuhnya pesawat di kantor Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardya Garini di lingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
Ditanya mengenai dugaan sementara jatuhnya pesawat tersebut, Umar belum bisa memastikan, pasalnya hal tersebut harus menunggu hasil penyelidikan tim.
“Kami belum tahu sampai kapan (penyelidikan). Ini semua butuh cukup waktu. Tapi kami inginnya segera,” katanya.
Ditempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, penyelidikan akan dilakukan oleh pihak TNI AU. “Tapi kalau kita (Polri) dibutuhkan, kami juga siap membantu,” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 itu adalah buatan Swiss tahun 1976. Pesawat tersebut, kini digunakan oleh FASI sebagai pesawat latih yang terbang pada Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya.
Seperti diketahui, pesawat itu jatuh ketika melakukan atraksi pada acara BAS 2012 sekitar pukul 11.37 WIB. Pesawat ini dikemudikan oleh Marsekal Pertama (purn) Norman Lubis dan Letkol (purn) Toni Hartono. Keduanya meninggal dunia setelah pesawatnya jatuh dan menabrak kantor Persatuan Istri Angakta Udara (PIA) Ardya Garini dilingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
(lns)