Kondisi pilot tak bisa dikenali
Sabtu, 29 September 2012 - 14:34 WIB
Kondisi pilot tak bisa dikenali
A
A
A
Sindonews.com - Jenazah kedua pilot pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 Marsekal Pertama TNI (purn) Marsekal Pertama TNI (purn) Norman Lubis dan Letkol Pnb (purn) Toni Hartono yang jatuh saat bermanuver di Bandung Air Show (BAS) 20012 kondisinya tak bisa dikenali lagi.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, kedua pilot tersebut kondisinya parah karena pesawat jatuh di atas ketinggian dan terbakar.
"Kami menerima dua pasien ini dalam kondisi meninggal. Keduanya dalam kondisi fisik yang tidak dapat dikenali," kata Bayu, di RSHS, Bandung, Sabtu (29/9/2012).
Saat ini kedua jenazah telah ditangani dokter forensik untuk dilakukan autopsi.
Dari pantauan di RSHS Bandung, terlihat rekan dan keluar korban menunggu di luar kamar jenazah. Mereka tampak bersedih, ada pula yang terlihat menyeka air matanya.
Sebelumnya diberitakan, pesawat yang tengah melakukan aerobatik jatuh di Kompleks Litbang TNI AU Husein Sastranegara. Menewaskan kedua pilotnya yakni Marsekal Pertama TNI (purn) Norman Lubis dan Letkol Pnb (purn) Toni Hartono.
Kedua pilot merupakan purnawirawan TNI AU dan bergabung dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dalam acara BAS itu mereka tampil untuk bermanuver di atas udara.
Namun nahas, pesawat itu kemudian diketahui jatuh sekira pukul 11.05 WIB. Penonton yang kebetulan menyaksikan BAS menjadi terkejut, karena kepulan asap hitam tebal tiba-tiba terlihat dari kejauhan membumbung tinggi ke udara.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, kedua pilot tersebut kondisinya parah karena pesawat jatuh di atas ketinggian dan terbakar.
"Kami menerima dua pasien ini dalam kondisi meninggal. Keduanya dalam kondisi fisik yang tidak dapat dikenali," kata Bayu, di RSHS, Bandung, Sabtu (29/9/2012).
Saat ini kedua jenazah telah ditangani dokter forensik untuk dilakukan autopsi.
Dari pantauan di RSHS Bandung, terlihat rekan dan keluar korban menunggu di luar kamar jenazah. Mereka tampak bersedih, ada pula yang terlihat menyeka air matanya.
Sebelumnya diberitakan, pesawat yang tengah melakukan aerobatik jatuh di Kompleks Litbang TNI AU Husein Sastranegara. Menewaskan kedua pilotnya yakni Marsekal Pertama TNI (purn) Norman Lubis dan Letkol Pnb (purn) Toni Hartono.
Kedua pilot merupakan purnawirawan TNI AU dan bergabung dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Dalam acara BAS itu mereka tampil untuk bermanuver di atas udara.
Namun nahas, pesawat itu kemudian diketahui jatuh sekira pukul 11.05 WIB. Penonton yang kebetulan menyaksikan BAS menjadi terkejut, karena kepulan asap hitam tebal tiba-tiba terlihat dari kejauhan membumbung tinggi ke udara.
(lns)