Berkah kemarau bagi warga Dusun Kalimati

Sabtu, 29 September 2012 - 03:14 WIB
Berkah kemarau bagi...
Berkah kemarau bagi warga Dusun Kalimati
A A A
Sindonews.com - Dua lampu neon (TL) model fitting dengan masing-masing berdaya 10 watt dan sebuah lampu TL klasik (memanjang) berdaya sama tergantung di ruang tamu. Warna putih susunya mulai pudar. Kedua sisi terujungnya sudah menguning. Bahkan beberapa titik diantaranya telah berubah hitam tersamarkan debu halus.

Sudah sebulan penuh, produk tekhnologi modern tersebut tidak lagi berpijar terang. Accu yang menjadi “bank energy” dari mesin solar cell atau tenaga surya diduga tidak bekerja maksimal.

Perkakas listrik berdaya arus DC dengan power 12 Volt setara accu mobil jenis Suzuki Carry itu tidak mampu lagi menampung energi yang dikirimkan penampang surya. "Kelihatanya permasalahan terletak pada accunya. Tapi saya tidak tahu pasti," tutur Jumari (77) lirih, Jumat (28/9/2012).

Mesin itu bermerek Suntech. Mungkin made in Cina. Sebab tidak ada keterangan apapun di sana. Bentuknya segi empat, dengan sisi samping lebih panjang dari dua sisi lainya. Itu yang membuat kotak mesin berwarna abu-abu tersebut terkesan meninggi daripada melebar.

Pabrik mengeset sisi kanan mesin sebagai tempat accu. Sementara sisi kirinya berisi rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pengatur kinerja mesin. Ada sebuah kabel warna hitam yang keluar dari sisi kiri.

Kabel itu terjulur keluar dan tersambung langsung dengan penampang aluminium segi empat yang terpasang di atas genting rumah. Dari penampang logam anti karat tersebut panas matahari diserap dan dialirkan menuju kotak mesin.

Oleh Jumari, mesin itu ditempatkan di atas buffet kayu bermodel klasik. Buffet kayu jati dengan politur warna gelap. Tepat diatasnya terpajang poster aktor Syahrul Gunawan yang berfoto mesra dengan penyanyi Agnes Monica. Judulnya Pernikahan Dini.

Sebuah sinetron kejar tayang awal tahun 2001 di RCTI yang sekaligus menjadi debut awal Agnes mengenal dunia acting. Di sebelahnya berdiri gagah lukisan wayang Werkudara tokoh pendawa yang terpigora rapi.

"Ini lampunya sudah menyala hijau. Artinya energinya sudah penuh. Sebab kalau masih awal pengisian warnanya merah," terangnya menunjuk sebuah panel indikator berwarna hijau.

Di dekat lampu led hijau itu, terdapat tulisan charging. Kemudian di bawahnya "switch". Ruangan dalam rumah itu tidak terlalu besar. Selain beberapa kursi kayu model “sedan” dan sebuah meja yang cukup untuk hidangan ala kadar, terdapat dua ruang lebih dalam. Dua ruang itu di plot sebagai kamar tidur.

Rumah Jumari bermodel srotong. Selain limas yang kerap menjadi pilihan para priyayi, srotong merupakan ciri khas model tempat tinggal masyarakat kebanyakan di perkampungan desa pulau Jawa. Lantainya masih berupa tanah basah yang tidak rata. Tanah lempung yang lengket ketika bercampur dengan air.

Pada bagian atas papan yang menjadi tembok bangunan tergores tahun 1980 serta sederet angka penanggalan jawa kuno. Kebiasaan masyarakat Jawa lampau yang mengingat pendirian rumah dengan cara memahatkan “ingatan” pada bagian bangunan tertinggi. Tinggi bangunan yang tidak sampai lima meter membuat ruangan menjadi gelap.

"Apalagi listriknya tidak ada. Tambah gelap dan pengap," terang Jumari.

Kondisi accu soak itu tidak hanya dialami Jumari. Hampir seluruh penghuni Dusun Kalimati mengeluhkan itu. Dulu, kata Jumari pada awal terpasang, mesin solar cell masih sanggup memberi penerangan selama 12 jam. Namun kendati demikian, energi matahari yang ada hanya sanggup untuk tiga bola lampu berkekuatan masing-masing 10 watt.

Tidak heran, musim kemarau selalu menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Dusun Kalimati. Sebab, selama tidak hujan atau matahari ternaungi mendung tebal, energi panas alam itu masih bisa menjadi penerangan malam hari di Kalimati.

"Kalau musim hujan, apalagi terus menerus, lampu tidak bisa menyala sampai 12 jam. Bahkan tidak jarang terpaksa kembali ke ublik (lentera berbahan bakar dari minyak tanah)," keluhnya.
(san)
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
3 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
6 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
7 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
7 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved