Kabut asap meningkat, ribuan masker disebar
Rabu, 26 September 2012 - 21:31 WIB
Kabut asap meningkat, ribuan masker disebar
A
A
A
Sindonews.com – Pekatnya kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan sudah memperburuk kualitas udara di wilayah Kabupaten Lahat. Untuk mengantisipasi semakin merebaknya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), pembagian masker pun dilakukan.
Sebanyak 2.000 dibagi-bagikan Karang Taruna Lahat pada pengguna jalan tepat di RM Telaga Biru Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Timur.
Ketua Karang Taruna Lahat, Sanderson mengatakan, pembagian dilakukan karena Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Lahat sudah mendekati tidak sehat. Kondisi ini diperparah dengan debu yang beterbangan akibat lalulintas angkutan batubara yang setiap hari terjadi di Kecamatan Merapi Area.
“Sengaja kita lakukan. Debu dan asap di Lahat sudah cukup tinggi pengaruhnya kepada masyarakat. Terutama, bagi anak anak sekolah yang terpaksa melintas berjalan kaki di sekitar lokasi,” ujar Sanderson menjelaskan kepada wartawan, Rabu (26/9/2012).
Selain itu, pembagian masker ini juga bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan warga sekaligus menggugah Pemkab Lahat untuk melakukan hal serupa. “Sampai saat ini saja belum ada langkah konkrit dari Pemkab untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lahat, Setia Budhie mengakui, tebalnya asap yang terkadang menyelimuti Kota Lahat. Dirinya menilai, keberadaannya sudah sangat menganggu, meskipun tak begitu menghawatirkan, namun jelas saja mesti tetap di waspadai, terutama bagi anak anak. Sejauh ini, pihaknya belum dapat mengidentifikasi asal asap tebal tersebut. Namun, menurutnya, asap muncul tak lepas akibat kemarau panjang, disertai banyaknya pembakaran lahan.
“Kalau kita lihat sudah sangat menganggu dan menghawatirkan, terutama bagi anak-anak dan pengedara. Namun harus kita akui, belakangan ini di Lahat sendiri banyak pembakaran lahan. Belum lagi, dampak dari galian tambang batubara,” katanya.
Dirinya menjanjikan, BLH dalam waktu dekat segera melakukan pemeriksaan terhadap kadar udara di Lahat. Hal tersebut, untuk mengetahui sejauh mana buruknya pencemaran udara akibat asap tersebut. Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan.
"Kita minta warga mengenakan masker dan tetap waspada terhadap kesehatannya. Jika memungkinkan, hindari perjalanan, terutama bagi pengendara motor,” imbaunya.
Sebanyak 2.000 dibagi-bagikan Karang Taruna Lahat pada pengguna jalan tepat di RM Telaga Biru Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Timur.
Ketua Karang Taruna Lahat, Sanderson mengatakan, pembagian dilakukan karena Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Lahat sudah mendekati tidak sehat. Kondisi ini diperparah dengan debu yang beterbangan akibat lalulintas angkutan batubara yang setiap hari terjadi di Kecamatan Merapi Area.
“Sengaja kita lakukan. Debu dan asap di Lahat sudah cukup tinggi pengaruhnya kepada masyarakat. Terutama, bagi anak anak sekolah yang terpaksa melintas berjalan kaki di sekitar lokasi,” ujar Sanderson menjelaskan kepada wartawan, Rabu (26/9/2012).
Selain itu, pembagian masker ini juga bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan warga sekaligus menggugah Pemkab Lahat untuk melakukan hal serupa. “Sampai saat ini saja belum ada langkah konkrit dari Pemkab untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lahat, Setia Budhie mengakui, tebalnya asap yang terkadang menyelimuti Kota Lahat. Dirinya menilai, keberadaannya sudah sangat menganggu, meskipun tak begitu menghawatirkan, namun jelas saja mesti tetap di waspadai, terutama bagi anak anak. Sejauh ini, pihaknya belum dapat mengidentifikasi asal asap tebal tersebut. Namun, menurutnya, asap muncul tak lepas akibat kemarau panjang, disertai banyaknya pembakaran lahan.
“Kalau kita lihat sudah sangat menganggu dan menghawatirkan, terutama bagi anak-anak dan pengedara. Namun harus kita akui, belakangan ini di Lahat sendiri banyak pembakaran lahan. Belum lagi, dampak dari galian tambang batubara,” katanya.
Dirinya menjanjikan, BLH dalam waktu dekat segera melakukan pemeriksaan terhadap kadar udara di Lahat. Hal tersebut, untuk mengetahui sejauh mana buruknya pencemaran udara akibat asap tersebut. Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan.
"Kita minta warga mengenakan masker dan tetap waspada terhadap kesehatannya. Jika memungkinkan, hindari perjalanan, terutama bagi pengendara motor,” imbaunya.
(azh)