RSUD baru mulai dikaji Pemkab Bulukumba
Rabu, 26 September 2012 - 19:17 WIB
RSUD baru mulai dikaji Pemkab Bulukumba
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba mulai melakukan pengkajian terhadap rencana pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) baru di Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Kepala Dinkes Bulukumba Dian Wellyati Kabier mengungkapkan, bahwa pengkajian ini dilakukan mengetahui kesiapan pemerintah mulai dari lokasi maupun perlengkapan lainya.
“Bupati mengusulkan ada bangunan RSUD baru. Tapi, kami masih kaji apakah layak atau tidak,” ungkap Dian menjelaskan kepada wartawan, Rabu (26/9/2012).
Dian menambahkan, kajian ini sangat diperlukan supaya pembangunan RSUD baru, bukan hanya asal membangun karena berdasarkan keinginan, tetapi memang diperlukan. “Kalau melihat kondisi sekarang memang perlu ada karena jarak dari Bulukupma ke kota cukup jauh,” tandasnya.
Selain itu, lanjut dia, dirinya juga akan mengkaji rencana RSUD Bulukumpa melibatkan Kabupaten Sinjai dan Kepulauan Selayar khususnya dalam melakukan bekerjasama. Sebab, dua tetangga daerah ini berada diperbatasan Bulukumba sehingga memungkin dilakukan kerjasama. “Kalau jadi kita akan mengcover Sinjai dan Selayar,” tutur dia.
Dian mengemukakan, RSUD Bulukumpa ini akan bertipe D sehingga pasien yang tidak bisa ditangani baru dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja. Apalagi, RSUD Bulukumba ini merupakan rujukan di bagian Selatan Sulsel.
“Jadi, sebelum masuk RSUD Induk harus dirawat dulu, kecuali tidak bisa baru langsung,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengaku pihaknya menolak ada pembangunan RSUD Bulukumpa. Menurut dia, pembangunan ini hanya pemborosan anggaran saja. “Saya kira tidak perlu ada bangunan baru cukup yang lama diperbaiki,” ujar Zulkifli.
Menurutnya seharusnya tidak perlu pembangunan karena RSUD Bulukumba masih layak. Hanya saja, perlu dilakukan renovasi secara besar-besaran mulai bangunan hingga manajemen. “Kalau mau membangun yang lama saja diperbaiki. Jangan lagi mau mencari keuntungan dari semua ini,” tandasnya.
Kepala Dinkes Bulukumba Dian Wellyati Kabier mengungkapkan, bahwa pengkajian ini dilakukan mengetahui kesiapan pemerintah mulai dari lokasi maupun perlengkapan lainya.
“Bupati mengusulkan ada bangunan RSUD baru. Tapi, kami masih kaji apakah layak atau tidak,” ungkap Dian menjelaskan kepada wartawan, Rabu (26/9/2012).
Dian menambahkan, kajian ini sangat diperlukan supaya pembangunan RSUD baru, bukan hanya asal membangun karena berdasarkan keinginan, tetapi memang diperlukan. “Kalau melihat kondisi sekarang memang perlu ada karena jarak dari Bulukupma ke kota cukup jauh,” tandasnya.
Selain itu, lanjut dia, dirinya juga akan mengkaji rencana RSUD Bulukumpa melibatkan Kabupaten Sinjai dan Kepulauan Selayar khususnya dalam melakukan bekerjasama. Sebab, dua tetangga daerah ini berada diperbatasan Bulukumba sehingga memungkin dilakukan kerjasama. “Kalau jadi kita akan mengcover Sinjai dan Selayar,” tutur dia.
Dian mengemukakan, RSUD Bulukumpa ini akan bertipe D sehingga pasien yang tidak bisa ditangani baru dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja. Apalagi, RSUD Bulukumba ini merupakan rujukan di bagian Selatan Sulsel.
“Jadi, sebelum masuk RSUD Induk harus dirawat dulu, kecuali tidak bisa baru langsung,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengaku pihaknya menolak ada pembangunan RSUD Bulukumpa. Menurut dia, pembangunan ini hanya pemborosan anggaran saja. “Saya kira tidak perlu ada bangunan baru cukup yang lama diperbaiki,” ujar Zulkifli.
Menurutnya seharusnya tidak perlu pembangunan karena RSUD Bulukumba masih layak. Hanya saja, perlu dilakukan renovasi secara besar-besaran mulai bangunan hingga manajemen. “Kalau mau membangun yang lama saja diperbaiki. Jangan lagi mau mencari keuntungan dari semua ini,” tandasnya.
(azh)