Pendonor ginjal dari Tasikmalaya tak minta imbalan
Rabu, 26 September 2012 - 14:46 WIB
Pendonor ginjal dari Tasikmalaya tak minta imbalan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pria kelahiran 1967, warga kampung Wangun, RT 7/1, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berencana mendonorkan ginjalnya untuk menebus dosa dimasa lalu. Pria yang diketahui berini EM (45) ini mengaku, tidak mengharapkan imbalan dari aksinya.
"Dari awal juga saya donor ginjal ini sebagai sebuah peleburan dosa saya selama ini," ujar EM saat ditemui di Masjid Junudurrahmah, Jalan Sumbawa, Bandung, Rabu (26/9/2012).
Namun, jika ada yang ingin memberikan sejumlah uang atas donor ginjal yang diberikannya, dia juga mengaku tidak akan menolak pemberian itu. "Saya tidak mematok harga (ginjal). Tapi setidaknya saya bisa berkecukupan sampai akhir hayat," terang duda beranak empat ini.
Sebaliknya, jika ternyata yang membutuhkan ginjalnya seorang tidak mampu, EM mengaku ikhlas memberikannya. "Tapi kalau pun ginjal ini diberikan kepada orang tidak mampu saya ikhlas," katanya.
Saat ini, EM tinggal bersama anak tirinya di Tasikmalaya. Sebelumnya, EM bercerai dengan istrinya dua tahun silam. Delapan bulan terakhir, EM mengaku dibatasi untuk bertemu keempat anaknya, dan hal itulah yang membuat EM merasa berdosa.
"Dulu saya kerja sebagai penambang emas di Kalimantan dan Sumatera, jadi sering tinggalkan anak dan istri. Makanya sekarang cerai, karena dianggap melantarkan mereka," bebernya.
"Dari awal juga saya donor ginjal ini sebagai sebuah peleburan dosa saya selama ini," ujar EM saat ditemui di Masjid Junudurrahmah, Jalan Sumbawa, Bandung, Rabu (26/9/2012).
Namun, jika ada yang ingin memberikan sejumlah uang atas donor ginjal yang diberikannya, dia juga mengaku tidak akan menolak pemberian itu. "Saya tidak mematok harga (ginjal). Tapi setidaknya saya bisa berkecukupan sampai akhir hayat," terang duda beranak empat ini.
Sebaliknya, jika ternyata yang membutuhkan ginjalnya seorang tidak mampu, EM mengaku ikhlas memberikannya. "Tapi kalau pun ginjal ini diberikan kepada orang tidak mampu saya ikhlas," katanya.
Saat ini, EM tinggal bersama anak tirinya di Tasikmalaya. Sebelumnya, EM bercerai dengan istrinya dua tahun silam. Delapan bulan terakhir, EM mengaku dibatasi untuk bertemu keempat anaknya, dan hal itulah yang membuat EM merasa berdosa.
"Dulu saya kerja sebagai penambang emas di Kalimantan dan Sumatera, jadi sering tinggalkan anak dan istri. Makanya sekarang cerai, karena dianggap melantarkan mereka," bebernya.
(san)