Tebus dosa, warga Tasikmalaya donorkan ginjal
Rabu, 26 September 2012 - 13:50 WIB
Tebus dosa, warga Tasikmalaya donorkan ginjal
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pria kelahiran 1967, warga Kampung Wangun, RT 7/1, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berencana mendonorkan ginjalnya demi melebur dosa masa lalu.
"Saya dulu itu kerja keluar pulau terus. Jadi seolah-olah istri dan anak saya merasa diterlantarkan. Hingga akhirnya sekarang, dua tahun lalu saya cerai dan berpisah dengan anak," ujar pria yang diketahui berinisial EM, ditemui di Masjid Junudurrahmah, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Rabu (26/9/2012).
Dia menambahkan, setelah berpisah dengan sang istri, dia merasa kesulitan bertemu dengan keempat anaknya. "Yang dua sudah berkeluarga. Yang dua lagi masih SMP dan SD. Mereka seakan acuh sama saya, karena dibatasi untuk bertemu saya oleh ibunya," terangnya.
Untuk itu, dia mengaku menyesal dan bertekad untuk mendonorkan ginjalnya. Rencana donor ginjal itu, dia lakukan sejak 2011 lalu. Tekadnya semakin bulat, setelah berpisah dengan istri dan anak-anaknya.
Akhirnya, pada 2012 dia mulai mencari rumah sakit yang siap menampung donor ginjalnya. Kemudian, datang informasi dari Kota Bandung, bahwa ada yang membutuhkan ginjalnya. Dari Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya EM berangkat menuju Bandung.
"Awalnya saya ke RS Ginjal (RA Habibie) di Tubagus Ismail. Tapi di sana ditolak dan saya langsung ke RS Hasan Sadikin," terangnya.
Namun, setelah datang ke RS Hasan Sadikin, EM kembali mendapat penolakan dari rumah sakit. Hingga akhirnya, EM mendapat informasi untuk mencoba mendonorkan ginjalnya ke RS Cipto Mangunkusumo.
"Setelah saya ke sana ternyata ditolak juga. Katanya boleh, tapi harus sesama keluarga. Tapi kalau untuk umum tidak boleh, karena ada kode etiknya. Dan disarankan ke RS Cikini, ternyata di sana juga sama," ungkapnya.
Hingga akhirnya, EM kembali kerumahnya di Tasikmalaya selama bulan puasa dan Lebaran. Untuk mengobati rasa penasarannya, sudah dua minggu terakhir EM berada di Kota Bandung untuk mencari orang yang membutuhkan ginjalnya.
"Mudah-mudahan sekarang ada yang mau menerima ginjal saya. Karena saya ingin menghapus dosa saya selama ini," pungkasnya.
"Saya dulu itu kerja keluar pulau terus. Jadi seolah-olah istri dan anak saya merasa diterlantarkan. Hingga akhirnya sekarang, dua tahun lalu saya cerai dan berpisah dengan anak," ujar pria yang diketahui berinisial EM, ditemui di Masjid Junudurrahmah, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, Rabu (26/9/2012).
Dia menambahkan, setelah berpisah dengan sang istri, dia merasa kesulitan bertemu dengan keempat anaknya. "Yang dua sudah berkeluarga. Yang dua lagi masih SMP dan SD. Mereka seakan acuh sama saya, karena dibatasi untuk bertemu saya oleh ibunya," terangnya.
Untuk itu, dia mengaku menyesal dan bertekad untuk mendonorkan ginjalnya. Rencana donor ginjal itu, dia lakukan sejak 2011 lalu. Tekadnya semakin bulat, setelah berpisah dengan istri dan anak-anaknya.
Akhirnya, pada 2012 dia mulai mencari rumah sakit yang siap menampung donor ginjalnya. Kemudian, datang informasi dari Kota Bandung, bahwa ada yang membutuhkan ginjalnya. Dari Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya EM berangkat menuju Bandung.
"Awalnya saya ke RS Ginjal (RA Habibie) di Tubagus Ismail. Tapi di sana ditolak dan saya langsung ke RS Hasan Sadikin," terangnya.
Namun, setelah datang ke RS Hasan Sadikin, EM kembali mendapat penolakan dari rumah sakit. Hingga akhirnya, EM mendapat informasi untuk mencoba mendonorkan ginjalnya ke RS Cipto Mangunkusumo.
"Setelah saya ke sana ternyata ditolak juga. Katanya boleh, tapi harus sesama keluarga. Tapi kalau untuk umum tidak boleh, karena ada kode etiknya. Dan disarankan ke RS Cikini, ternyata di sana juga sama," ungkapnya.
Hingga akhirnya, EM kembali kerumahnya di Tasikmalaya selama bulan puasa dan Lebaran. Untuk mengobati rasa penasarannya, sudah dua minggu terakhir EM berada di Kota Bandung untuk mencari orang yang membutuhkan ginjalnya.
"Mudah-mudahan sekarang ada yang mau menerima ginjal saya. Karena saya ingin menghapus dosa saya selama ini," pungkasnya.
(san)