Jelang Musda Jateng, 15 ketua DPC Demokrat dikarantina?
Selasa, 25 September 2012 - 16:42 WIB
Jelang Musda Jateng, 15 ketua DPC Demokrat dikarantina?
A
A
A
Sindonews.com – Mendekati pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis-Jumat 27-28 September di Hotel Grand Artos Aerowisata Magelang, salah satu kandidat mulai melakukan manuver. 15 ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Jateng saat ini dikabarkan masih dikarantina oleh tim sukses dari calon ketua Demokrat Jateng, Amat Antono.
Ke-15 pimpin partai di tingkat kabupaten dan kota tersebut dikumpulkan di Hotel The Sunan, Solo, agar mendukung yang bersangkutan. Sebelumnya informasinya ada 17 DPC yang diundang, namun akhirnya ada dua yang kabur dari penggalangan dukungan itu. DPC yang kabur tersebut adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
“Waktu saya datang pada Jumat 22 Se[tember lalu, masih ada tujuh orang (DPC). Sekarang saya tidak tahu jumlahnya berapa,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pemalang, Winarto, saat dihubungi, Selasa (25/9/2012).
Dia memaksakan pulang karena harus menandatangani banyak dokumen untuk persyaratan mengikuti pemilu 2014. Dalam pertemuan di Solo, para ketua DPC, diarahkan untuk mendukung Amat Antono. “Pak Antono katanya dapat rekomendasi dari DPP,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Amat Antono mengaku tidak tahu menahu mengenai karantina tersebut. Bupati Pekalongan itu hanya menyatakan selama ini tetap intens menjalin komunikasi dengan ketua-ketua DPC.
“Saya belum ketemu sendiri, tapi kalau komunikasi, terus dengan kawan-kawan. Kan tidak enak, jika saya tanya posisinya di mana,” paparnya.
Ke-15 pimpin partai di tingkat kabupaten dan kota tersebut dikumpulkan di Hotel The Sunan, Solo, agar mendukung yang bersangkutan. Sebelumnya informasinya ada 17 DPC yang diundang, namun akhirnya ada dua yang kabur dari penggalangan dukungan itu. DPC yang kabur tersebut adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
“Waktu saya datang pada Jumat 22 Se[tember lalu, masih ada tujuh orang (DPC). Sekarang saya tidak tahu jumlahnya berapa,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pemalang, Winarto, saat dihubungi, Selasa (25/9/2012).
Dia memaksakan pulang karena harus menandatangani banyak dokumen untuk persyaratan mengikuti pemilu 2014. Dalam pertemuan di Solo, para ketua DPC, diarahkan untuk mendukung Amat Antono. “Pak Antono katanya dapat rekomendasi dari DPP,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Amat Antono mengaku tidak tahu menahu mengenai karantina tersebut. Bupati Pekalongan itu hanya menyatakan selama ini tetap intens menjalin komunikasi dengan ketua-ketua DPC.
“Saya belum ketemu sendiri, tapi kalau komunikasi, terus dengan kawan-kawan. Kan tidak enak, jika saya tanya posisinya di mana,” paparnya.
(azh)