Jam belajar sekolah di Bulukumba akan ditambah
Selasa, 25 September 2012 - 14:20 WIB
Jam belajar sekolah di Bulukumba akan ditambah
A
A
A
Sindonews.com - Rencana penambahan jam belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) nampaknya akan segera terealisasi. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba akan melakukan survei kesiapan guru dan siswa terhadap rencana penambahan dua jam belajar siswa mulai tingkat SD-SMA.
Rencana survei ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan guru bersama siswa menghadapi penambahan jam mengajar jika benar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberlakukan di daerah.
Kepala Disdikpora Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, penambahan jam mengajar ini, sebenarnya memberikan nilai positif bagi siswa. Menurut dia, karena jam berkeliaran siswa semakin sedikit sebab lebih banyak di sekolah.
“Ada nilai positifnya jika jam mengajar ditambah,” ungkap Akbar menjelaskan kepada wartawan, Selasa (25/9/2012).
Dijelaskan, perlunya ada kajian dan survei lebih awal karena beban guru bertambah dari sebelumnya. Sebab, guru sebelumnya bisa pulang sekitar 01.00 WITA, dengan aturan baru tersebut, maka dia harus tinggal sampai pukul 15.00.
“Ini yang kita akan kaji sebelum diberlakukan. Apakah guru siap atau bagaimana,” ujar mantan kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba ini.
Selain itu, lanjut dia, dengan penambahan jam mengajar ini juga terdapat nilai negatif di sekolah. Dimana, sekolah haruskan menyiapkan makanan siang karena siswa terlambat pulang.
“Yang jelas ada nilai positifnya dan negatifnya. Makanya, kita mau samakan biar semua berjalan dengan baik,” tuturnya.
Meski sebenarnya akan memberatkan guru dan siswa dengan program baru ini namun, pada dasarnya lanjut Akbar, daerah siap melaksanakan, apalagi jika sudah diputuskan di Kemendikbud. “Kalau itu sudah menjadi keputusan final, maka pemkab akan berlakukan segera,” tandasnya.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bulukumba Uddin Hamzah mengemukakan rencana pemerintah tersebut harus melalui pengkajian yang lebih dalam. Sebab, dikhawatirkan akan mempengaruhi semangat belajar siswa sehingga perlu kajian yang matang.
“Kalau memang dianggap bisa meningkatkan kualitas siswa, saya kira itu harus didukung,” ungkap dia.
Uddin mengatakan, yang perlu juga diperhatikan adalah biaya yang harus dikeluarkan daerah membayar tunjangan guru. “Kalau jam mengajar ditambah secara otomatis biaya guru juga bertambah. Nah, ini harus dikaji lebih awal,” tandasnya.
Rencana survei ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan guru bersama siswa menghadapi penambahan jam mengajar jika benar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberlakukan di daerah.
Kepala Disdikpora Bulukumba Andi Akbar Amier mengungkapkan, penambahan jam mengajar ini, sebenarnya memberikan nilai positif bagi siswa. Menurut dia, karena jam berkeliaran siswa semakin sedikit sebab lebih banyak di sekolah.
“Ada nilai positifnya jika jam mengajar ditambah,” ungkap Akbar menjelaskan kepada wartawan, Selasa (25/9/2012).
Dijelaskan, perlunya ada kajian dan survei lebih awal karena beban guru bertambah dari sebelumnya. Sebab, guru sebelumnya bisa pulang sekitar 01.00 WITA, dengan aturan baru tersebut, maka dia harus tinggal sampai pukul 15.00.
“Ini yang kita akan kaji sebelum diberlakukan. Apakah guru siap atau bagaimana,” ujar mantan kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba ini.
Selain itu, lanjut dia, dengan penambahan jam mengajar ini juga terdapat nilai negatif di sekolah. Dimana, sekolah haruskan menyiapkan makanan siang karena siswa terlambat pulang.
“Yang jelas ada nilai positifnya dan negatifnya. Makanya, kita mau samakan biar semua berjalan dengan baik,” tuturnya.
Meski sebenarnya akan memberatkan guru dan siswa dengan program baru ini namun, pada dasarnya lanjut Akbar, daerah siap melaksanakan, apalagi jika sudah diputuskan di Kemendikbud. “Kalau itu sudah menjadi keputusan final, maka pemkab akan berlakukan segera,” tandasnya.
Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bulukumba Uddin Hamzah mengemukakan rencana pemerintah tersebut harus melalui pengkajian yang lebih dalam. Sebab, dikhawatirkan akan mempengaruhi semangat belajar siswa sehingga perlu kajian yang matang.
“Kalau memang dianggap bisa meningkatkan kualitas siswa, saya kira itu harus didukung,” ungkap dia.
Uddin mengatakan, yang perlu juga diperhatikan adalah biaya yang harus dikeluarkan daerah membayar tunjangan guru. “Kalau jam mengajar ditambah secara otomatis biaya guru juga bertambah. Nah, ini harus dikaji lebih awal,” tandasnya.
(azh)