Tangkap teroris, polisi apresiasi peran masyarakat
Senin, 24 September 2012 - 17:07 WIB
Tangkap teroris, polisi apresiasi peran masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Peran aktif masyarakat dipercaya membantu aparat kepolisian membongkar jaringan terorisme di Kota Solo, Jawa Tengah. Buktinya, penangkapan terduga teroris berikut benda berbahaya yang ditemukan di rumahnya merupakan hasil pengembangan atas laporan warga.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjima’in meminta warga untuk berani memberi informasi meskipun itu hanya kecurigaan. Sebab berdasarkan laporan warga, aparat bisa meringkus Chomadi dan menjinakkan bom yang disimpan di rumahnya.
“Bayangkan kalau bom itu meledak semua. Habislah kita,” ujarnya di balai Kota Solo, Senin (24/9/2012).
Lebih lanjut dikatakannya, pranata sosial di masyarakat menjadi benteng masuknya paham radikal berikut mencegah pergerakannya. Perwujudan pranata sosial itu misalnya keikutsertaan aktif warga beronda malam serta lebih responsif terhadap kondisi tiap KK.
“Pranata sosial berperan dalam mencegah gangguan keamanan. Bukan hanya tanggungjawab polisi saja, justru terpenting di masyarakat,” katanya.
Seperti diketahui, terduga teroris Chomadi,45, diringkus di rumahnya Jalan Lempuyangan II A RT 07/RW X Kampung Griyan pada Sabtu 22 September 2012.
Lukito, salah satu tetangga mengatakan perangai Chomadi setahun terakhir berubah seiring aktivitasnya dalam kelompok garis keras. Berdasarkan aktivitas mencurigakan itulah dia dilaporkan warga ke aparat.
“Dulu pernah dilaporkan. Tapi karena tak memiliki bukti, mungkin juga tak ditindaklanjuti. Baru sekarang terbukti kalau dia menyimpan bahan peledak di rumahnya,” ujar Lukito.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjima’in meminta warga untuk berani memberi informasi meskipun itu hanya kecurigaan. Sebab berdasarkan laporan warga, aparat bisa meringkus Chomadi dan menjinakkan bom yang disimpan di rumahnya.
“Bayangkan kalau bom itu meledak semua. Habislah kita,” ujarnya di balai Kota Solo, Senin (24/9/2012).
Lebih lanjut dikatakannya, pranata sosial di masyarakat menjadi benteng masuknya paham radikal berikut mencegah pergerakannya. Perwujudan pranata sosial itu misalnya keikutsertaan aktif warga beronda malam serta lebih responsif terhadap kondisi tiap KK.
“Pranata sosial berperan dalam mencegah gangguan keamanan. Bukan hanya tanggungjawab polisi saja, justru terpenting di masyarakat,” katanya.
Seperti diketahui, terduga teroris Chomadi,45, diringkus di rumahnya Jalan Lempuyangan II A RT 07/RW X Kampung Griyan pada Sabtu 22 September 2012.
Lukito, salah satu tetangga mengatakan perangai Chomadi setahun terakhir berubah seiring aktivitasnya dalam kelompok garis keras. Berdasarkan aktivitas mencurigakan itulah dia dilaporkan warga ke aparat.
“Dulu pernah dilaporkan. Tapi karena tak memiliki bukti, mungkin juga tak ditindaklanjuti. Baru sekarang terbukti kalau dia menyimpan bahan peledak di rumahnya,” ujar Lukito.
(azh)