Tolak outsourcing, SBM & SPSI nyaris bentrok
Senin, 24 September 2012 - 15:21 WIB
Tolak outsourcing, SBM & SPSI nyaris bentrok
A
A
A
Sindonews.com - Aksi demo ratusan buruh menolak outsourcing di depan pabrik plastik PT Langgeng Makmur di kawasan jalan Letjen Sutoyo Waru-Sidoarjo, ricuh. Dua elemen buruh dari Serikat Buruh Madani (SBM) dan SPSI nyaris bentrok.
Kericuhan disebabkan dua elemen buruh ini sama-sama ngotot mempertahankan keinginannya. Buruh yang tergabung dalam SBM meminta agar perusahaan menghapus sistem outsourcing. Sementara buruh yang tergabung dalam SPSI yang sudah berstatus karyawan tetap mencoba membuka blokir SBM.
Memang sudah dua pekan ini, pintu masuk PT Langgeng Makmur diblokir massa SBM. Karena merasa dirugikan, buruh SPSI melakuka perlawanan dengan mengusir paksa buruh SBM.
Aksi saling dorong pun terjadi, beruntung petugas kepolisian yang melakukan penjagaan berhasil meredam bentrokan. Seorang buruh yang diduga sebagai provokator langsung diamankan petugas.
Buruh tetap yang tergabung dalam SPSI mengaku merasa dirugikan dengan aksi blokir yang dilakukan SBM. Pasalnya, perusahaan menjadi tida bisa melakukan pengiriman karena pintu gerbang pabrik ditutup massa SBM.
Kendati sudah dua pekan di blokir, manajemen PT Langgeng Makmur menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan buruh. Karena buruh tersebut bukan tanggung jawab PT Langgeng Makmur.
Direktur Utama PT Langgeng Makmur Kosasih menyatakan, jika buruh yang demo memblokir pabrik selama dua minggu ini bukan buruh pabrik langgeng makmur. "Mereka bukan buruh kami, jadi tanggung jawab mereka bukan pada kami," katanya, Senin (24/9/2012).
Ia menegaskan, tidak akan meluluskan tuntutan buruh, karena buruh outsourcing yang melakukan aksi demo itu bukan tanggung jawab PT Langgeng Makmur, melainkan tanggung jawab perusahaan penyedia outsourcing.
"Kami menggunakan jasa mereka melalui pihak ketiga, jadi kami tidak ada sangkut pautnya dengan status mereka," pungkasnya. Akibat aksi demo blokir pabrik yang dilakukan buruh SBM, pengelola pabrik mengaku rugi hingga puluhan miliar rupiah.
Hingga Senin sore, aksi demo buruh outsourching dari SBM Sidoarjo memblokir pintu masuk pabrik plastik PT Langgeng Makmur Industri masih berlangsung. Ratusan aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo dikerahkan di lokasi aksi untuk melakukan pengamanan.
Kericuhan disebabkan dua elemen buruh ini sama-sama ngotot mempertahankan keinginannya. Buruh yang tergabung dalam SBM meminta agar perusahaan menghapus sistem outsourcing. Sementara buruh yang tergabung dalam SPSI yang sudah berstatus karyawan tetap mencoba membuka blokir SBM.
Memang sudah dua pekan ini, pintu masuk PT Langgeng Makmur diblokir massa SBM. Karena merasa dirugikan, buruh SPSI melakuka perlawanan dengan mengusir paksa buruh SBM.
Aksi saling dorong pun terjadi, beruntung petugas kepolisian yang melakukan penjagaan berhasil meredam bentrokan. Seorang buruh yang diduga sebagai provokator langsung diamankan petugas.
Buruh tetap yang tergabung dalam SPSI mengaku merasa dirugikan dengan aksi blokir yang dilakukan SBM. Pasalnya, perusahaan menjadi tida bisa melakukan pengiriman karena pintu gerbang pabrik ditutup massa SBM.
Kendati sudah dua pekan di blokir, manajemen PT Langgeng Makmur menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan buruh. Karena buruh tersebut bukan tanggung jawab PT Langgeng Makmur.
Direktur Utama PT Langgeng Makmur Kosasih menyatakan, jika buruh yang demo memblokir pabrik selama dua minggu ini bukan buruh pabrik langgeng makmur. "Mereka bukan buruh kami, jadi tanggung jawab mereka bukan pada kami," katanya, Senin (24/9/2012).
Ia menegaskan, tidak akan meluluskan tuntutan buruh, karena buruh outsourcing yang melakukan aksi demo itu bukan tanggung jawab PT Langgeng Makmur, melainkan tanggung jawab perusahaan penyedia outsourcing.
"Kami menggunakan jasa mereka melalui pihak ketiga, jadi kami tidak ada sangkut pautnya dengan status mereka," pungkasnya. Akibat aksi demo blokir pabrik yang dilakukan buruh SBM, pengelola pabrik mengaku rugi hingga puluhan miliar rupiah.
Hingga Senin sore, aksi demo buruh outsourching dari SBM Sidoarjo memblokir pintu masuk pabrik plastik PT Langgeng Makmur Industri masih berlangsung. Ratusan aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo dikerahkan di lokasi aksi untuk melakukan pengamanan.
(ysw)