Jokowi-Ahok untuk mendulang suara Gerindra
Minggu, 23 September 2012 - 19:42 WIB
Jokowi-Ahok untuk mendulang suara Gerindra
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra ternyata tidak main-main mengusung pasangan Jokowi-Ahok dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang berlangsung dalam dua putaran lalu.
Bahkan, Gerindra telah menyiapkan suksesi pencalonan, pemilihan, hingga menyukseskan kepemimpinan Jokowi-Ahok.
"Ketiga hal tersebut yang terus kami kawal supaya gubernur terpilih ini memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat Jakarta. Itu yang kami kawal," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Terkait kepopuleran Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, Ahmad menyangkal jika kemenangan Jokowi-Ahok mempengaruhi kepopuleran Prabowo. Karena, sebelum Pilkada, popularitas Prabowo paling tinggi dibandingkan yang lainnya.
"Sebelum ada Pilkada Jakarta, popularitas Prabowo paling tinggi dibanding yang lain. Saya tidak tahu apakah setelah terpilihnya Jokowi semakin tinggi atau tidak. Kalau bertambah, tentu kami bersyukur," jelas Ahmad.
Karena pilihan mengusung Jokowi oleh Gerindra dianggap sebagai hal yang benar. Gerindra berharap hal itu akan berlanjut nanti ketika berhasil memenangkan Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Meskipun popularitas Gerindra akan terdongkrak dengan kemenangan Jokowi-Ahok, namun hal itu tidak lantas membuat kerja politik Gerindra berhenti.
"Tahun 2009 Gerindra tak punya lurah, kepala dinas, dan gubernur, tapi dapat enam kursi di DPRD Jakarta. Kalau 2014, kita punya gubernur dan wakil gubernur, masak tetap enam kursi juga," tukas Ahmad.
Bahkan, Gerindra telah menyiapkan suksesi pencalonan, pemilihan, hingga menyukseskan kepemimpinan Jokowi-Ahok.
"Ketiga hal tersebut yang terus kami kawal supaya gubernur terpilih ini memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat Jakarta. Itu yang kami kawal," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Terkait kepopuleran Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, Ahmad menyangkal jika kemenangan Jokowi-Ahok mempengaruhi kepopuleran Prabowo. Karena, sebelum Pilkada, popularitas Prabowo paling tinggi dibandingkan yang lainnya.
"Sebelum ada Pilkada Jakarta, popularitas Prabowo paling tinggi dibanding yang lain. Saya tidak tahu apakah setelah terpilihnya Jokowi semakin tinggi atau tidak. Kalau bertambah, tentu kami bersyukur," jelas Ahmad.
Karena pilihan mengusung Jokowi oleh Gerindra dianggap sebagai hal yang benar. Gerindra berharap hal itu akan berlanjut nanti ketika berhasil memenangkan Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Meskipun popularitas Gerindra akan terdongkrak dengan kemenangan Jokowi-Ahok, namun hal itu tidak lantas membuat kerja politik Gerindra berhenti.
"Tahun 2009 Gerindra tak punya lurah, kepala dinas, dan gubernur, tapi dapat enam kursi di DPRD Jakarta. Kalau 2014, kita punya gubernur dan wakil gubernur, masak tetap enam kursi juga," tukas Ahmad.
(ysw)