Gerindra sempat gentar dukung Jokowi-Ahok
Minggu, 23 September 2012 - 17:36 WIB
Gerindra sempat gentar dukung Jokowi-Ahok
A
A
A
Sindonews.com - Di balik kesuksesan pasangan yang diusungnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua kemarin, ternyata Partai Gerindra sempat mengharapkan Partai Politik (Parpol) lainnya ikut mendukung Jokowi-Ahok.
"Ketika putaran II, kami berharap Parpol dukung Jokowi-Basuki. Tapi tidak terjadi dan tidak satupun yang tertarik," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Karena pada saat Pilgub kemarin, diakui Ahmad lawan-lawan yang dihadapi Jokowi-Ahok cukup berat. Namun, di sisi lain Gerindra juga merasa bersyukur karena apa yang dilakukan pihaknya sesuai dengan kata hati masyarakat Jakarta.
"Kita sadari bahwa kita menghadapi calon-calon gubernur yang kapasitasnya luar biasa. Incumbent, ada Gubernur Sumsel, Ekonom, bekas ketua MPR. Luar biasa. Kami merasa apa yang kami lakukan sesuai dengan kata hati masyarakat Jakarta," jelas Ahmad.
Sebelumnya, pasca kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI putaran kedua berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat), Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto terus diterpa opini-opini yang menyudutkannya.
Salah satunya adalah opini yang mengatakan dirinya hanya memanfaatkan kepopuleran Jokowi untuk menggalang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Karena diketahui, selain Megawati melalui PDIP, Gerindra juga menjadi salah satu dari dua Parpol yang mengusung pasangan nomor tiga tersebut.
Namun, Gerindra sendiri membantah keras pernyataan itu. Gerindra menganggap Partai-partai pendukung Foke hanya mencari-cari alasan dengan menyatakan Prabowo memanfaatkan popularitas Jokowi. Ini juga hanya akal-akalan Parpol pendukung Foke.
"Ketika putaran II, kami berharap Parpol dukung Jokowi-Basuki. Tapi tidak terjadi dan tidak satupun yang tertarik," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Karena pada saat Pilgub kemarin, diakui Ahmad lawan-lawan yang dihadapi Jokowi-Ahok cukup berat. Namun, di sisi lain Gerindra juga merasa bersyukur karena apa yang dilakukan pihaknya sesuai dengan kata hati masyarakat Jakarta.
"Kita sadari bahwa kita menghadapi calon-calon gubernur yang kapasitasnya luar biasa. Incumbent, ada Gubernur Sumsel, Ekonom, bekas ketua MPR. Luar biasa. Kami merasa apa yang kami lakukan sesuai dengan kata hati masyarakat Jakarta," jelas Ahmad.
Sebelumnya, pasca kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI putaran kedua berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat), Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto terus diterpa opini-opini yang menyudutkannya.
Salah satunya adalah opini yang mengatakan dirinya hanya memanfaatkan kepopuleran Jokowi untuk menggalang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Karena diketahui, selain Megawati melalui PDIP, Gerindra juga menjadi salah satu dari dua Parpol yang mengusung pasangan nomor tiga tersebut.
Namun, Gerindra sendiri membantah keras pernyataan itu. Gerindra menganggap Partai-partai pendukung Foke hanya mencari-cari alasan dengan menyatakan Prabowo memanfaatkan popularitas Jokowi. Ini juga hanya akal-akalan Parpol pendukung Foke.
(ysw)