Usung Jokowi, Prabowo pertaruhkan popularitas
Minggu, 23 September 2012 - 16:51 WIB
Usung Jokowi, Prabowo pertaruhkan popularitas
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra menegaskan pihaknya mempertaruhkan popularitas Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, untuk mengusung pasangan Jokowi-Ahok pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta kemarin.
"Mengusung Jokowi-Basuki, bagi Gerindra adalah mempertaruhkan popularitas Prabowo Subianto," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Namun, Gerindra tidak hanya mengusung, tapi juga berniat mengawasi kinerja Jokowi-Ahok jika sudah duduk di kursi DKI 1. "Kami juga punya kewajiban Untuk menyukseskan kepemimpinan Jokowi-Basuki," terangnya.
Saat disinggung mengenai Prabowo tengah mencari popularitas, dibantah Muzani. Menurutnya, partai-partai pendukung Foke hanya mencari-cari alasan saja dengan mengatakan Prabowo memanfaatkan kepopularan Jokowi untuk menggalang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Ini akal-akalan Parpol pendukung Foke," jelas Ahmad.
Gerindra sendiri telah mempertimbangkan pemilihan Jokowi-Basuki sebagai Cagub-Cawagub yang akan diusung oleh mereka. Karena, Gerindra menganggap keberhasilan Jokowi di Solo dapat direalisasikan di Jakarta.
"Sejak awal kita mempertimbangkan kalau Jokowi-Ahok tepat untuk warga Jakarta. Keberhasilannya di Solo bisa ditransfer di Jakarta," tukas Ahmad.
Diketahui sebelumnya, pasca kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI putaran kedua berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat), beredar opini yang mengatakan Prabowo akan menagih janji politik dari Jokowi-Ahok untuk menggalang suara pada Pilpres 2014 nanti.
Karena, hanya Gerindra dan PDIP yang mengusung pasangan bernomor urut tiga tersebut. Dan Parpol lain, semuanya mendukung pasangan Foke-Nara.
"Mengusung Jokowi-Basuki, bagi Gerindra adalah mempertaruhkan popularitas Prabowo Subianto," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) Gerindra, Ahmad Muzani di Jakarta, Minggu (23/9/2012).
Namun, Gerindra tidak hanya mengusung, tapi juga berniat mengawasi kinerja Jokowi-Ahok jika sudah duduk di kursi DKI 1. "Kami juga punya kewajiban Untuk menyukseskan kepemimpinan Jokowi-Basuki," terangnya.
Saat disinggung mengenai Prabowo tengah mencari popularitas, dibantah Muzani. Menurutnya, partai-partai pendukung Foke hanya mencari-cari alasan saja dengan mengatakan Prabowo memanfaatkan kepopularan Jokowi untuk menggalang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Ini akal-akalan Parpol pendukung Foke," jelas Ahmad.
Gerindra sendiri telah mempertimbangkan pemilihan Jokowi-Basuki sebagai Cagub-Cawagub yang akan diusung oleh mereka. Karena, Gerindra menganggap keberhasilan Jokowi di Solo dapat direalisasikan di Jakarta.
"Sejak awal kita mempertimbangkan kalau Jokowi-Ahok tepat untuk warga Jakarta. Keberhasilannya di Solo bisa ditransfer di Jakarta," tukas Ahmad.
Diketahui sebelumnya, pasca kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI putaran kedua berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat), beredar opini yang mengatakan Prabowo akan menagih janji politik dari Jokowi-Ahok untuk menggalang suara pada Pilpres 2014 nanti.
Karena, hanya Gerindra dan PDIP yang mengusung pasangan bernomor urut tiga tersebut. Dan Parpol lain, semuanya mendukung pasangan Foke-Nara.
(ysw)