30 persen suara PKS lari ke Jokowi
Minggu, 23 September 2012 - 15:23 WIB
30 persen suara PKS lari ke Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua kemarin, diketahui ternyata sekira 30 persen suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalir ke pasangan Jokowi-Ahok. Bocornya suara PKS ternyata dipandang pengamat politik justru karena kadernya lebih berpendidikan.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan, kader PKS ternyata lebih berpendidikan dibandingkan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kemarin.
Pernyataan itu berdasarkan adanya kebocoran suara di tubuh PKS sebesar 30 persen. Ke-30 persen suara PKS tersebut diketahui lari ke pasangan Jokowi-Ahok, yang seharusnya suara-suara tersebut diberikan kepada pasangan Foke-Nara.
"Massa mereka yang tahu dukungan mereka terhadap pasangan calon. Dukungan itu terkait dengan tingkat pendidikan dan pendapatan pemilih. Ada 30 persen suara PKS yang bocor ke Jokowi. Karena pemilih PKS lebih berpendidikan dibandingkan pemilih PPP," kata Burhanuddin di Morrissey, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2012).
Memang diakui Burhanuddin, baik PKS maupun PPP memiliki kesamaan. Di mana mereka sama-sama Partai Islam yang rata-rata muslim, dan rata-rata juga merupakan orang Betawi. Sehingga bisa nyambung satu sama lain. Apalagi mereka sama-sama mengusung Foke-Nara.
Namun, ketika 80-an persen suara PPP diketahui memilih Foke-Nara, malah ada 30 persen suara PKS yang bocor ke Jokowi-Ahok karena tingkat pendidikan tadi.
Sebelumnya diketahui, Foke-Nara kalah jauh dari Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI putaran kedua kemarin. Tapi kemenangan itu berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
Hasil quick count dari Saiful Mujani Research and consulting, Jokowi-Ahok mendapatkan diketahui mendapatkan suara sebesar 53 persen, dan Foke-Nara mendapatkan suara sebesar 47 persen.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan, kader PKS ternyata lebih berpendidikan dibandingkan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kemarin.
Pernyataan itu berdasarkan adanya kebocoran suara di tubuh PKS sebesar 30 persen. Ke-30 persen suara PKS tersebut diketahui lari ke pasangan Jokowi-Ahok, yang seharusnya suara-suara tersebut diberikan kepada pasangan Foke-Nara.
"Massa mereka yang tahu dukungan mereka terhadap pasangan calon. Dukungan itu terkait dengan tingkat pendidikan dan pendapatan pemilih. Ada 30 persen suara PKS yang bocor ke Jokowi. Karena pemilih PKS lebih berpendidikan dibandingkan pemilih PPP," kata Burhanuddin di Morrissey, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2012).
Memang diakui Burhanuddin, baik PKS maupun PPP memiliki kesamaan. Di mana mereka sama-sama Partai Islam yang rata-rata muslim, dan rata-rata juga merupakan orang Betawi. Sehingga bisa nyambung satu sama lain. Apalagi mereka sama-sama mengusung Foke-Nara.
Namun, ketika 80-an persen suara PPP diketahui memilih Foke-Nara, malah ada 30 persen suara PKS yang bocor ke Jokowi-Ahok karena tingkat pendidikan tadi.
Sebelumnya diketahui, Foke-Nara kalah jauh dari Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI putaran kedua kemarin. Tapi kemenangan itu berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
Hasil quick count dari Saiful Mujani Research and consulting, Jokowi-Ahok mendapatkan diketahui mendapatkan suara sebesar 53 persen, dan Foke-Nara mendapatkan suara sebesar 47 persen.
(ysw)