Awas, maut mengintai di jalan trans Majene
Minggu, 23 September 2012 - 20:16 WIB
Awas, maut mengintai di jalan trans Majene
A
A
A
Sindonews.com – Bagi pengendara yang akan melintas jalan trans di Kabupaten Majene khususnya mulai dari Kecamatan Pamboang hingga Kecamatan Malunda disarankan untuk berhati-hati. Pasalnya, jalan yang sedang dalam pekerjaan pelebaran itu tidak mengindahkan keselamatan pengendara dengan minimnya tanda keselamatan.
Pengalaman nyaris celaka tidak hanya dialami warga, beberapa pejabat mengakui kalau perbaikan tersebut minim rambu keselamatan. Pengalaman Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Polman, Harun Abu bisa dijadikan ukuran.
Saat ia hendak bertolak ke Mamuju, dalam perjalanan beberapa kali ia terkecoh kondisi jalan yang membuat dirinya nyaris mengalami kecelakaan. Galian proyek pelebaran jalan itu tidak dipasangi line (garis) proyek dan papan hati-hati. Bahkan, disepanjang jalan, material dibiarkan teronggok tidak teratur.
“Material timbunan ditaruh di samping kiri kanan jalan. Akhirnya jalanan menjadi sempit. Jika bertemu kendaraan, salah satunya harus mengalah,” kata Harun Abu, Minggu (23/9/2012).
Menurut dia, Kondisi jalan tersebut akan berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Tak hanya pada dirinya, khususnya bagi pengguna jalan yang baru melintasi jalan tersebut. Karena itu, kata Harun, para pengguna jalan yang melintas di wilayah sekarang ini harus ekstra hati-hati.
Sejumlah pengguna jalan juga mengeluhkan hal serupa. Arfan (35) salah seorang sopir travel tujuan Mamuju juga mengeluh dengan kondisi tersebut. Ia berharap, pihak kontraktornya memikirkan keselamatan pengguna jalan.
Apalagi pada malam hari, akibat tidak ada tanda-tanda pekerjaan yang dipasang, beberapa kali ia nyaris mengalami kecelakaan.
Sebelumnya, Bupati Majene, Kalma Katta pernah menegaskan kepada para kontraktor yang mengerjakan proyek jalan maupun gorong-gorong untuk memperhatikan aspek keselamatan para pengguna jalan.
Tapi, sepertinya, warning dari kepala daerah di wilayah itu diabaikan oleh pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut.
Pengalaman nyaris celaka tidak hanya dialami warga, beberapa pejabat mengakui kalau perbaikan tersebut minim rambu keselamatan. Pengalaman Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Polman, Harun Abu bisa dijadikan ukuran.
Saat ia hendak bertolak ke Mamuju, dalam perjalanan beberapa kali ia terkecoh kondisi jalan yang membuat dirinya nyaris mengalami kecelakaan. Galian proyek pelebaran jalan itu tidak dipasangi line (garis) proyek dan papan hati-hati. Bahkan, disepanjang jalan, material dibiarkan teronggok tidak teratur.
“Material timbunan ditaruh di samping kiri kanan jalan. Akhirnya jalanan menjadi sempit. Jika bertemu kendaraan, salah satunya harus mengalah,” kata Harun Abu, Minggu (23/9/2012).
Menurut dia, Kondisi jalan tersebut akan berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Tak hanya pada dirinya, khususnya bagi pengguna jalan yang baru melintasi jalan tersebut. Karena itu, kata Harun, para pengguna jalan yang melintas di wilayah sekarang ini harus ekstra hati-hati.
Sejumlah pengguna jalan juga mengeluhkan hal serupa. Arfan (35) salah seorang sopir travel tujuan Mamuju juga mengeluh dengan kondisi tersebut. Ia berharap, pihak kontraktornya memikirkan keselamatan pengguna jalan.
Apalagi pada malam hari, akibat tidak ada tanda-tanda pekerjaan yang dipasang, beberapa kali ia nyaris mengalami kecelakaan.
Sebelumnya, Bupati Majene, Kalma Katta pernah menegaskan kepada para kontraktor yang mengerjakan proyek jalan maupun gorong-gorong untuk memperhatikan aspek keselamatan para pengguna jalan.
Tapi, sepertinya, warning dari kepala daerah di wilayah itu diabaikan oleh pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut.
(ysw)