SMP buat robot, kuliah buat bom
Minggu, 23 September 2012 - 05:11 WIB
SMP buat robot, kuliah buat bom
A
A
A
Sindonews.com - Terduga terorisme Solo Barkah Nawasaputra alias Wawa (24) yang ditangkap di Jalan Halilintar, Jebres, Solo, Jawa Tengah (Jateng), dikenal pandai oleh keluarga. Kepandaian Wawa sudah terlihat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hesti (28), kakak kandung Wawa mengatakan, sejak duduk di bangku SMP, Wawa sudah jago dibidang elektro. Bakat Wawa dibidang elektro, dia tunjukkan dengan merakit robot bertenaga listrik.
"Setelah lulus, dia melanjutkan ke SMK jurusan teknik elektro. Ingin menyelami ilmu itu lebih dalam, Wawa mengambil jurusan teknik elektro fakultas teknik universitas muhammadiyah surakarta (UMS)," ujar Hesti, kepada wartawan, di Solo, Jateng, Sabtu 22 September 2012.
Ditambahkan dia, di bangku kuliah, Wawa bertemu wanita dengan seorang wanita. Sekarang wanita itu telah menjadi ibu dari anaknya. Sayangnya, Wawa dan istrinya memutuskan tak merampungkan kuliahnya dan putus di tengah jalan.
"Sejak SMP (Wawa) sudah suka elektronik, lalu SMK dan kuliah ambil Teknik Elektro UMS. Namun keduanya belum lulus dan tinggal skripsi, tidak diselesaikan karena perbedaan prinsip," terangnya.
Sementara itu, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjimain mengatakan, dari rumah Wawa petugas berhasil menyita bahan peledak berdaya besar dengan jangkauan 200-300 meter dan bahan pembuat bom rakitan.
"Total 22 botol semacam ukuran aqua, dimana satu botol cukup banyak dan dapat merusak rumah tetangga, dan lainnya. Kalau ditotal meledak bisa hingga radius 200–300 meter," ungkap Asdjimain.
Untuk itu, pihaknya memperluas radius berbahaya di kawasan itu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dua dari botol-botol itu sudah diledakkan dan lainnya telah berhasil diamankan dari rumah warga. Petugas juga menemukan rangkaian paku, rangkaian dispenser, dan lain–lain yang dapat digunakan sebagai bahan peledak," terangnya.
Tidak hanya itu. petugas juga mengamankan perangkat memasak elektronik yang ditanam rangkaian detonator dan benda yang berkaitan dengan bom rakitan di rumah itu.
Hesti (28), kakak kandung Wawa mengatakan, sejak duduk di bangku SMP, Wawa sudah jago dibidang elektro. Bakat Wawa dibidang elektro, dia tunjukkan dengan merakit robot bertenaga listrik.
"Setelah lulus, dia melanjutkan ke SMK jurusan teknik elektro. Ingin menyelami ilmu itu lebih dalam, Wawa mengambil jurusan teknik elektro fakultas teknik universitas muhammadiyah surakarta (UMS)," ujar Hesti, kepada wartawan, di Solo, Jateng, Sabtu 22 September 2012.
Ditambahkan dia, di bangku kuliah, Wawa bertemu wanita dengan seorang wanita. Sekarang wanita itu telah menjadi ibu dari anaknya. Sayangnya, Wawa dan istrinya memutuskan tak merampungkan kuliahnya dan putus di tengah jalan.
"Sejak SMP (Wawa) sudah suka elektronik, lalu SMK dan kuliah ambil Teknik Elektro UMS. Namun keduanya belum lulus dan tinggal skripsi, tidak diselesaikan karena perbedaan prinsip," terangnya.
Sementara itu, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjimain mengatakan, dari rumah Wawa petugas berhasil menyita bahan peledak berdaya besar dengan jangkauan 200-300 meter dan bahan pembuat bom rakitan.
"Total 22 botol semacam ukuran aqua, dimana satu botol cukup banyak dan dapat merusak rumah tetangga, dan lainnya. Kalau ditotal meledak bisa hingga radius 200–300 meter," ungkap Asdjimain.
Untuk itu, pihaknya memperluas radius berbahaya di kawasan itu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dua dari botol-botol itu sudah diledakkan dan lainnya telah berhasil diamankan dari rumah warga. Petugas juga menemukan rangkaian paku, rangkaian dispenser, dan lain–lain yang dapat digunakan sebagai bahan peledak," terangnya.
Tidak hanya itu. petugas juga mengamankan perangkat memasak elektronik yang ditanam rangkaian detonator dan benda yang berkaitan dengan bom rakitan di rumah itu.
(san)