Dijinakan Gegana, 4 bom di Solo meledak
Sabtu, 22 September 2012 - 13:44 WIB
Dijinakan Gegana, 4 bom di Solo meledak
A
A
A
Sindonews.com - Ketenangan warga Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah hari ini terusik aksi Densus 88 Antiteror yang beroperasi di wilayahnya. Hingga pukul 13.12 WIB, tim Gegana telah menjinakkan empat bom aktif di kediaman Sumidi, 43, warga RT 07 RW 10.
Tim gegana Polda Jateng sejak tadi pagi hingga menjelang tengah hari berkutat di Jalan Lempuyangan II A Kampung Griyan. Sebanyak tiga suara ledakan terdengar seiring aktivitas tim Gegana di rumah Sumidi. Ledakan pertama sekitar pukul 12.00 WIB, dilanjutkan suara berikutnya setengah jam kemudian. Berlanjut suara ledakan ketiga pukul 12.40 WIB. Ketiga suara ledakan itu cukup mengagetkan warga, namun intensitas suaranya tak begitu memekakkan telinga. Pada ledakan keempat pukul 13.12 WIB, suara menggelegar membuat warga kaget.
"Suaranya seterti kompor meleduk. Seperti ada benda yang diledakkan dalam kotak besi atau kaleng. Namun ledakan keempat saya sampai takut, suaranya paling keras," kata Deviani (45), tetangga Sumidi, Sabtu siang (22/09/2012).
Dia menjelaskan, seluruh penghuni di Griyan RT 07/RW 10 diminta mengosongkan area guna keperluan polisi. Pantauan Sindonews.com, warga hingga pukul 13.00 WIB masih bertahan di luar area garis polisi. Dengan aktivitas tim gegana di dalam area terlarang, warga menduga upaya penjinakan bom aktif di rumah Sumidi masih berlanjut.
Polisi hingga sekarang belum melansir keterkaitan Sumidi dalam jaringan teroris. Berdasarkan keterangan warga, Sumidi tinggal bersama ibu kandungnya Suwarni (95), dan Bibinya, Sumini (105).
Tadi pagi, dua manula itu diamankan polisi ke rumah sakit. Sedangkan Sumidi dibawa aparat. Warga menyebut Sumidi memang agak tertutup. Namun ia terkenal ramah dan santun. Untuk menghidupi keluarga, ia beternak burung. Sebagai tambahan penghasilan, ia menyewakan kamar pada seorang pegawai Mal Solo Square.
Tim gegana Polda Jateng sejak tadi pagi hingga menjelang tengah hari berkutat di Jalan Lempuyangan II A Kampung Griyan. Sebanyak tiga suara ledakan terdengar seiring aktivitas tim Gegana di rumah Sumidi. Ledakan pertama sekitar pukul 12.00 WIB, dilanjutkan suara berikutnya setengah jam kemudian. Berlanjut suara ledakan ketiga pukul 12.40 WIB. Ketiga suara ledakan itu cukup mengagetkan warga, namun intensitas suaranya tak begitu memekakkan telinga. Pada ledakan keempat pukul 13.12 WIB, suara menggelegar membuat warga kaget.
"Suaranya seterti kompor meleduk. Seperti ada benda yang diledakkan dalam kotak besi atau kaleng. Namun ledakan keempat saya sampai takut, suaranya paling keras," kata Deviani (45), tetangga Sumidi, Sabtu siang (22/09/2012).
Dia menjelaskan, seluruh penghuni di Griyan RT 07/RW 10 diminta mengosongkan area guna keperluan polisi. Pantauan Sindonews.com, warga hingga pukul 13.00 WIB masih bertahan di luar area garis polisi. Dengan aktivitas tim gegana di dalam area terlarang, warga menduga upaya penjinakan bom aktif di rumah Sumidi masih berlanjut.
Polisi hingga sekarang belum melansir keterkaitan Sumidi dalam jaringan teroris. Berdasarkan keterangan warga, Sumidi tinggal bersama ibu kandungnya Suwarni (95), dan Bibinya, Sumini (105).
Tadi pagi, dua manula itu diamankan polisi ke rumah sakit. Sedangkan Sumidi dibawa aparat. Warga menyebut Sumidi memang agak tertutup. Namun ia terkenal ramah dan santun. Untuk menghidupi keluarga, ia beternak burung. Sebagai tambahan penghasilan, ia menyewakan kamar pada seorang pegawai Mal Solo Square.
(azh)