Kekalahan Foke-Nara jadi bahan evaluasi Demokrat
Sabtu, 22 September 2012 - 07:37 WIB
Kekalahan Foke-Nara jadi bahan evaluasi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat saat ini tengah mengevaluasi kekalahan kandidat usungannya Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara) pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Anggota Komisi III DPR RI Saan Mustopa mengatakan, kekalahan itu menjadi catatan khusus Demokrat dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya ke depan, termasuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar di sejumlah daerah.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Pilgub DKI yang baru saja digelar telah memberikan pelajaran banyak bagi Demokrat untuk melakukan evaluasi bagi kandidat-kandidat yang akan diusung di kemudian hari.
"Semua Pilkada itukan memang ada pengaruh figur. Dan itu tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi juga di semua daerah, jadi ini akan menjadi pengalaman kami semua, " tukas Saan kepada Sindonews, Sabtu (22/9/2012).
Seperti diketahui baik pada putaran pertama sampai putaran kedua, Foke-Nara tetap kalah dibawah pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI Jakarta. Padahal, dalam pertarungan itu "amunisi" yang dimiliki Foke-Nara lebih banyak ketimbang Jokowi-Ahok.
Anggota Komisi III DPR RI Saan Mustopa mengatakan, kekalahan itu menjadi catatan khusus Demokrat dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya ke depan, termasuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar di sejumlah daerah.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Pilgub DKI yang baru saja digelar telah memberikan pelajaran banyak bagi Demokrat untuk melakukan evaluasi bagi kandidat-kandidat yang akan diusung di kemudian hari.
"Semua Pilkada itukan memang ada pengaruh figur. Dan itu tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi juga di semua daerah, jadi ini akan menjadi pengalaman kami semua, " tukas Saan kepada Sindonews, Sabtu (22/9/2012).
Seperti diketahui baik pada putaran pertama sampai putaran kedua, Foke-Nara tetap kalah dibawah pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI Jakarta. Padahal, dalam pertarungan itu "amunisi" yang dimiliki Foke-Nara lebih banyak ketimbang Jokowi-Ahok.
(lns)