Masyarakat menengah jadi penentu Jokowi

Jum'at, 21 September 2012 - 08:53 WIB
Masyarakat menengah...
Masyarakat menengah jadi penentu Jokowi
A A A
Sindonews.com - Masyarakat menengah di Jakarta dipercaya punya andil besar dalam jumlah suara yang diperoleh pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta putaran kedua.

Chief Executive Officer (CEO) lembaga survei Syaiful Mujani Research & Consulting (SMRC-LSI), Grace Natalie, mengungkapkan jika masyarakat kelas menengah ke atas yang bermukim di Jakarta turut memiliki andil dalam perolehan suara yang diterima oleh pasangan Jokowi-Ahok.

Meski isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) ikut berkontribusi dalam putaran kedua ini, namun hanya sebesar 20 persen. Prosentase ini, menurut Grace, tidak dominan.

Menurutnya mayoritas masyarakat Jakarta adalah kalangan menengah ke atas yang kritis. Sehingga tidak mempan dengan isu-isu seperti SARA.

"Sementara kalau kita lihat di Jakarta itu masyarakat pemilihnya mayoritas adalah kalangan menengah yang kritis dan cenderung lebih sekuler dalam pilihan politiknya. Artinya mereka menjalankan rukun Islam, mereka beribadah secara teratur, kemudian mereka juga menjalankan puasa, tapi tidak berarti pilihan politik mereka mewakili pilihan mereka dalam beragama. Mereka lebih sekuler. Ini ciri masyarakat di DKI yang didominasi oleh kalangan menengah," kata Grace di Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Masyarakat menengah ini lebih melihat kepada kinerja incumbent apakah memuaskan atau tidak. Jika dianggap tidak memuaskan, maka mereka akan protes dengan menuntut perubahan.

"Mereka (kalangan menengah ke atas) lebih cenderung melihat pada apakah kinerja incumbent memuaskan apa tidak. Kalau tidak puas mereka protes. Mereka ingin perubahan, itu yang terjadi. Jadi faktor agama punya kontribusi, tetapi tidak signifikan," jelas Grace.

Di sisi lain, Grace juga mengakui jika pemilih pasangan Foke-Nara kebanyakan adalah kalangan menengah ke bawah. Namun, diakui Grace, untuk mendapatkan kekuatan yang banyak tidak boleh hanya bergantung pada kalangan menengah ke bawah. Karena Jakarta lebih didominasi oleh kalangan menengah ke atas.

"Jadi lebih dari 60 persen warga itu punya pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke atas. Sementara yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) itu kurang dari 50 persen. Jadi meskipun Fauzi Bowo mendapatkan dukungan dari kalangan bawah, tapi ini tidak cukup menjadi kekuatannya mengantarkan dia mendapatkan suara terbanyak," ujar Grace.
(azh)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
1 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
4 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
5 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
5 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
6 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
7 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved