Warga harus bantu benahi tata pemukiman kota
Jum'at, 21 September 2012 - 07:28 WIB
Warga harus bantu benahi tata pemukiman kota
A
A
A
Sindonews.com - Dengan posisi di atas angin, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja (Jokowi-Ahok) harus mulai memikirkan cara untuk merealisasikan janji-janji selama kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) putaran kedua. Selain permasalahan kemacetan di Jakarta, Jokowi-Ahok juga harus memikirkan permasalahan tata permukiman bagi jutaan masyarakat yang tinggal di Jakarta.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna mengatakan apabila nanti Jokowi-Ahok telah benar-benar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, maka masyarakat juga harus memiliki inisiatif untuk ikut membantu mewujudkan janji-janji yang sudah dikatakan. Terutama yang terkait dengan janji pembangunan kampung susun bagi warga.
"Silahkan warga Jakarta yang siap dibantu untuk menunjukkan di mana letak lahannya. Jadi inisiatif tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat," ungkap Yayat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Lalu, Yayat juga mengatakan jika Jokowi harus memiliki pola untuk membangun Jakarta dengan dimulai dari permasalahan yang paling dikeluhkan masyarakat Jakarta. Kemacetan menurut Yayat sudah pasti menempati urutan pertama, yang kemudian disusul dengan permasalahan banjir yang selalu menghantui Jakarta saat musim penghujan datang.
Meskipun begitu, untuk permasalahan banjir, Yayat mengakui saat ini belum menjadi permasalahan yang berarti. Hal yang harus dibenahi terlebih dahulu terkait banjir adalah drainase yang bagus.
"Bagaimana penciptaan pola? Maksudnya, strategi mana yang paling didahulukan. Yang pasti macetlah. Lalu, terkait permasalahan banjir, yang harus dibenahi adalah genangan-genangan, drainasenya," tandasnya.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna mengatakan apabila nanti Jokowi-Ahok telah benar-benar menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, maka masyarakat juga harus memiliki inisiatif untuk ikut membantu mewujudkan janji-janji yang sudah dikatakan. Terutama yang terkait dengan janji pembangunan kampung susun bagi warga.
"Silahkan warga Jakarta yang siap dibantu untuk menunjukkan di mana letak lahannya. Jadi inisiatif tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat," ungkap Yayat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Lalu, Yayat juga mengatakan jika Jokowi harus memiliki pola untuk membangun Jakarta dengan dimulai dari permasalahan yang paling dikeluhkan masyarakat Jakarta. Kemacetan menurut Yayat sudah pasti menempati urutan pertama, yang kemudian disusul dengan permasalahan banjir yang selalu menghantui Jakarta saat musim penghujan datang.
Meskipun begitu, untuk permasalahan banjir, Yayat mengakui saat ini belum menjadi permasalahan yang berarti. Hal yang harus dibenahi terlebih dahulu terkait banjir adalah drainase yang bagus.
"Bagaimana penciptaan pola? Maksudnya, strategi mana yang paling didahulukan. Yang pasti macetlah. Lalu, terkait permasalahan banjir, yang harus dibenahi adalah genangan-genangan, drainasenya," tandasnya.
(azh)