Hutan Gunung Merbabu terbakar lagi
Kamis, 20 September 2012 - 20:01 WIB
Hutan Gunung Merbabu terbakar lagi
A
A
A
Sindonews.com – Hutan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) di wilayah Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, kembali terbakar. Si jago merah membakar hamparan sabana yang ada kawasan Tlogogede. Diduga, kebakaran ini disebabkan oleh faktor alam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kali pertama titik api diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari Dusun Tekelan. Api masih berkobar dan membakar hamparan sabana dan rumput kering. Api sulit dipadamkan lantaran lokasi kebakaran berada di jurang. Jika angin bertiup kencang ke arah utara, maka api sulit dikendalikan dan kebakaran akan semakin meluas karena di sisi utara hutan TNGM banyak terdapat rumput kering. Sejauh ini belum diketahui luas hutan yang terbakar.
Koordinator Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Agus Surolawe mengatakan, titik api muncul dari jurang di daerah Tlogogede. Warga yang melihat titik api tersebut langsung melaporkan kepada MPA Pandu dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Semarang yang siaga di Dusun Tekelan.
"Titik api baru tersebut berjarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi kebakaran yang terjadi pekan lalu. Guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, sedikitnya 33 orang relawan langsung naik ke lokasi kebakaran untuk melokalisir api. Tapi upaya yang dilakukan tidak bisa maksimal karena terkendala peralatan," ungkap Pandu menjelaskan kepada wartawan, Kamis (20/9/2012).
Koordinator komunitas peduli puncak sarif (Kompas) Gunung Merbabu Nur Sunari mengatakan, tim relawan berjumlah 33 orang sudah berupaya keras untuk melokalisir api. Namun curamnya medan menuju lokasi kebakaran dan minimnya peralatan yang ada membuat upaya pemadaman tidak maksimal.
"Kami masih melakukan upaya pemadaman dan melokalisir api agar kebakaran tidak meluas," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran hutan TNGM pada Selasa 11 September lalu telah menghanguskan sedikitnya enam hektare di wilayah Dusun Tekelan dan Cuntel, Desa Batur. Tak hanya itu, kebakaran juga berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat Desa Batur.
Pasca kebakaran, ribuan warga di Dusun Nglelo dan Tekelan Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang kesulitan air bersih. Sebab jaringan pipa air bersih yang mengalirkan air ke dua dusun tersebut rusak terbakar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kali pertama titik api diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari Dusun Tekelan. Api masih berkobar dan membakar hamparan sabana dan rumput kering. Api sulit dipadamkan lantaran lokasi kebakaran berada di jurang. Jika angin bertiup kencang ke arah utara, maka api sulit dikendalikan dan kebakaran akan semakin meluas karena di sisi utara hutan TNGM banyak terdapat rumput kering. Sejauh ini belum diketahui luas hutan yang terbakar.
Koordinator Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Agus Surolawe mengatakan, titik api muncul dari jurang di daerah Tlogogede. Warga yang melihat titik api tersebut langsung melaporkan kepada MPA Pandu dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Semarang yang siaga di Dusun Tekelan.
"Titik api baru tersebut berjarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi kebakaran yang terjadi pekan lalu. Guna mengantisipasi meluasnya kebakaran, sedikitnya 33 orang relawan langsung naik ke lokasi kebakaran untuk melokalisir api. Tapi upaya yang dilakukan tidak bisa maksimal karena terkendala peralatan," ungkap Pandu menjelaskan kepada wartawan, Kamis (20/9/2012).
Koordinator komunitas peduli puncak sarif (Kompas) Gunung Merbabu Nur Sunari mengatakan, tim relawan berjumlah 33 orang sudah berupaya keras untuk melokalisir api. Namun curamnya medan menuju lokasi kebakaran dan minimnya peralatan yang ada membuat upaya pemadaman tidak maksimal.
"Kami masih melakukan upaya pemadaman dan melokalisir api agar kebakaran tidak meluas," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran hutan TNGM pada Selasa 11 September lalu telah menghanguskan sedikitnya enam hektare di wilayah Dusun Tekelan dan Cuntel, Desa Batur. Tak hanya itu, kebakaran juga berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat Desa Batur.
Pasca kebakaran, ribuan warga di Dusun Nglelo dan Tekelan Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang kesulitan air bersih. Sebab jaringan pipa air bersih yang mengalirkan air ke dua dusun tersebut rusak terbakar.
(azh)