Pesan ancaman demo anarkis tersebar di Surabaya

Kamis, 20 September 2012 - 13:14 WIB
Pesan ancaman demo anarkis...
Pesan ancaman demo anarkis tersebar di Surabaya
A A A
Sindonews.com - Warga Surabaya dibuat resah oleh pesan berantai yang tersebar melalui BlackBerry Mesengger (BBM). Pesan itu berisi agenda demo rusuh sehabis salat Jumat 21 September 2012 besok, baik dengan menggunakan bom molotov, atau alat lainnya.

Dalam pesan itu tertulis, aksi demo akan dimulai dari Masjid Al-Falah, Jalan Raya Darmo, Surabaya ke beberapa tempat yang merepresentasikan milik Amerika. Adapun ormas yang dikabarkan akan menggelar demo adalah Front Pembela Islam (FPI), Jamaah Anshoru Tauhid (JAT), dan Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI).

Para ormas itu, dikabarkan tergabung dalam Gabungan Masyarakat Islam Surabaya (GAMIS). Berikut bunyi pesan tersebut yang diterima wartawan:

"Meneruskan info :: berkenaan rencana aksi :

Info : pd hr jumat 21-09-12 bertmpt d mesjid al falah jl. Darmo 3A akan berkumpul sluruh ormas islam dimotori JAT dgn mengatasnamakan GAMIS (gab masy islam surabaya) akan melaks aksi demo ke AS terkait film penghinaan nabi.

Sas KFC, McD, konsulat jenderal AS sby dan taman bungkul. Demo akan bersifat anarkis krn ada beberapa ikhwan yg bw bom molotov dan sajam serta kayu u senjata. Jgn sampe ada yg melintas d jl darmo & diponegoro ba'da jumatan sampe jam 4 sore khusus mbl plat merah maupun kendaraan2 spt tangki minyak.

Kegiatan ini mrpk gabungan antara JAT sejatim dgn FPI, MMI dan ormas2 islam radikal lain, agar diantisipasi pemyaluran bbm daerah tsb dihindari pada jam2 tsb".

Menanggapi hal itu, Ketua FPI Jawa Timur Habib Haidar Al-Hamid mengaku masih belum mengetahui kabar akan dilakukan aksi pada hari Jum'at itu. Saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan MUI Jatim.

"Saya belum bisa memastikan. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan MUI Jatim terkait sikap penghinaan terhadap Nabi Muhammad," kata Haidar ketika dihubungi wartawan, Kamis (20/9/2012).

Namun demikian, Haidar mengutuk keras keluarnya film dan disusul dengan karikatur Nabi Muhammad. Menurutnya, tidak ada salahnya jika umat muslim marah. "Sepertinya provokasi itu terus menerus dan membuat umat Islam marah. Seperti tak ada henti-hentinya," tandasnya.

Haidar juga menganggap, aksi anarkis yang terjadi ketika demo di Konjen AS di Jakarta adalah wajar. Saat itu, pendemo terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

"Saya kira itu wajar, bagian dari demokrasi. Coba lihat luar negeri yang lebih parah. Pada intinya kami mengutuk keras pelecehan terhadap Nabi Muhammad," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
27 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
35 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
46 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved