Polda Metro identifikasi TPS rawan
Kamis, 20 September 2012 - 10:50 WIB
Polda Metro identifikasi TPS rawan
A
A
A
Sindonews.com - Pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta terdapat sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan. Sejumlah TPS rawan itu disinyalir berada di lokasi bekas korban kebakaran yang terjadi belakangan ini di wilayah Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, semua TPS memiliki kerawanan yang sama. Namun, ada beberapa TPS memiliki kerawanan yang cukup spesifik.
"Seperti pada putaran pertama, ada lokasi yang melek politik, dan lokasi massa pendukung yang sangat berdekatan dengan TPS. Dan pada putaran kedua ini TPS rawan bertambah, lokasi bekas musibah kebakaran juga masuk dalam kategori rawan," katanya.
Karena itu, pengamanan Polda Metro ke sejumlah lokasi TPS ditingkatkan. Polda Metro telah menyiapkan 16.605 personel. Terdiri dari gabungan Polda 4427, gabungan Polres 7397, BKO Kor Brimob Polri 2100, BKO Gabungan staf Mabes Polri 505 dan BKO TNI Kodam Jaya 2200 personel.
Menurut Rikwanto, saat putaran pertama Polda menurunkan 11.755 personel. Kemudian di putaran kedua bertambah menjadi 16.605 personel.
"Penambahan personel ini karena kami ingin semaksimal mungkin mengamankan jalannya Pilkada DKI putaran kedua dan mengamankan banyaknya gesekan yang mungkin muncul dari putaran pertama lalu," ujarnya.
Pada putaran pertama terdapat 1.257 TPS masuk dalam kategori rawan 1, sementara 39 TPS masuk dalam kategori rawan 2. Sementara kategori TPS Aman sebanyak 14.815 TPS.
Menurutnya, untuk rawan 1 adalah lokasi TPS yang masih cukup kondusif seperti di perkampungan dan pemukiman massa pendukung. Sementara, rawan 2 adalah lokasi TPS yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakat, TPS yang berdampingan dengan massa calon dan TPS di kawasan perbatasan.
Namun, dia tidak menjelaskan mana saja lokasi TPS rawan 1 dan 2. "Intinya, untuk putaran kedua ini kami telah siapkan pengamanan yang cukup dilokasi," tegasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, semua TPS memiliki kerawanan yang sama. Namun, ada beberapa TPS memiliki kerawanan yang cukup spesifik.
"Seperti pada putaran pertama, ada lokasi yang melek politik, dan lokasi massa pendukung yang sangat berdekatan dengan TPS. Dan pada putaran kedua ini TPS rawan bertambah, lokasi bekas musibah kebakaran juga masuk dalam kategori rawan," katanya.
Karena itu, pengamanan Polda Metro ke sejumlah lokasi TPS ditingkatkan. Polda Metro telah menyiapkan 16.605 personel. Terdiri dari gabungan Polda 4427, gabungan Polres 7397, BKO Kor Brimob Polri 2100, BKO Gabungan staf Mabes Polri 505 dan BKO TNI Kodam Jaya 2200 personel.
Menurut Rikwanto, saat putaran pertama Polda menurunkan 11.755 personel. Kemudian di putaran kedua bertambah menjadi 16.605 personel.
"Penambahan personel ini karena kami ingin semaksimal mungkin mengamankan jalannya Pilkada DKI putaran kedua dan mengamankan banyaknya gesekan yang mungkin muncul dari putaran pertama lalu," ujarnya.
Pada putaran pertama terdapat 1.257 TPS masuk dalam kategori rawan 1, sementara 39 TPS masuk dalam kategori rawan 2. Sementara kategori TPS Aman sebanyak 14.815 TPS.
Menurutnya, untuk rawan 1 adalah lokasi TPS yang masih cukup kondusif seperti di perkampungan dan pemukiman massa pendukung. Sementara, rawan 2 adalah lokasi TPS yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakat, TPS yang berdampingan dengan massa calon dan TPS di kawasan perbatasan.
Namun, dia tidak menjelaskan mana saja lokasi TPS rawan 1 dan 2. "Intinya, untuk putaran kedua ini kami telah siapkan pengamanan yang cukup dilokasi," tegasnya.
(lns)