Mau sadap nira, tewas tersambar kereta
Senin, 17 September 2012 - 21:57 WIB
Mau sadap nira, tewas tersambar kereta
A
A
A
Sindonews.com - Rasyim (55), warga Cilacap, Jawa Tengah tewas tersambar Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta saat akan menyadap nira untuk membuat gula merah, di Kampung Batu Gede, RT 04/07, Kelurahan Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Saat ini korban masih disemayamkan di ruang forensik RS PMI Bogor menunggu keluarganya datang.
Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian yang menimpa Rasyim terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, senin (17/9/2012). Menurut warga sekitar, saat itu korban hendak menyadap air kelapa di kebun milik Yali. Saat akan menyebrang rel, tiba-tiba muncul kereta dari arah Bogor menuju Jakarta.
Korban tidak sempat menghindar dan tubuhnya terhempas disambar kereta. Akibat kejadian itu, Rasyim mengalami luka parah di bagian kepala. Bahkan, kaki kanan korban patah.
"Pas mau dibawa ke rumah sakit pakai angkot, masih bernafas. Tapi, dijalan korban sudah meninggal dunia," ujar Hendra (26) rekan korban di ruang forensik RS PMI Bogor.
Hendra mengatakan, korban baru pertama kali menyadap air kelapa di daerah Cilebut. "Dia datang Minggu dari Cilacap, saya kenal korban dari temen saya yang lain," katanya.
Menurutnya, kejadian yang menimpa korban kerap terjadi sekitar perlintasan KRL di Cilebut Timur ini. Beberapa minggu lalu katanya, seorang karyawati juga tewas kesambar kereta.
"Dulu sih dipagar, tapi sekarang pagarnya hilang. Kebanyakan yang jadi korban warga pendatang," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukaraja Kompol Basri Singka membenarkan peristiwa nahas yang menimpa warga Cilacap itu. "Saat ini jasad korban masih di forensik RS PMI Bogor. Kabarnya pihak keluarga akan membawa ke kampung halamannya," ujarnya.
Pihaknya tidak menampik, bahwa disekitar lokasi kejadian memang kerap terjadi kecelakaan tertabrak kereta.
"Kita sudah kordinasi dengan pihak PT KAI untuk memagari area yang rawan kecelakaan," katanya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Saat ini korban masih disemayamkan di ruang forensik RS PMI Bogor menunggu keluarganya datang.
Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian yang menimpa Rasyim terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, senin (17/9/2012). Menurut warga sekitar, saat itu korban hendak menyadap air kelapa di kebun milik Yali. Saat akan menyebrang rel, tiba-tiba muncul kereta dari arah Bogor menuju Jakarta.
Korban tidak sempat menghindar dan tubuhnya terhempas disambar kereta. Akibat kejadian itu, Rasyim mengalami luka parah di bagian kepala. Bahkan, kaki kanan korban patah.
"Pas mau dibawa ke rumah sakit pakai angkot, masih bernafas. Tapi, dijalan korban sudah meninggal dunia," ujar Hendra (26) rekan korban di ruang forensik RS PMI Bogor.
Hendra mengatakan, korban baru pertama kali menyadap air kelapa di daerah Cilebut. "Dia datang Minggu dari Cilacap, saya kenal korban dari temen saya yang lain," katanya.
Menurutnya, kejadian yang menimpa korban kerap terjadi sekitar perlintasan KRL di Cilebut Timur ini. Beberapa minggu lalu katanya, seorang karyawati juga tewas kesambar kereta.
"Dulu sih dipagar, tapi sekarang pagarnya hilang. Kebanyakan yang jadi korban warga pendatang," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukaraja Kompol Basri Singka membenarkan peristiwa nahas yang menimpa warga Cilacap itu. "Saat ini jasad korban masih di forensik RS PMI Bogor. Kabarnya pihak keluarga akan membawa ke kampung halamannya," ujarnya.
Pihaknya tidak menampik, bahwa disekitar lokasi kejadian memang kerap terjadi kecelakaan tertabrak kereta.
"Kita sudah kordinasi dengan pihak PT KAI untuk memagari area yang rawan kecelakaan," katanya.
(ysw)