Kejari telusuri dana blockgrand di 49 SD

Minggu, 16 September 2012 - 09:54 WIB
Kejari telusuri dana...
Kejari telusuri dana blockgrand di 49 SD
A A A
Sindonews.com – Kejaksaan Negeri Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), membidik 49 sekolah dasar (SD) yang mendapat aliran dana blockgrand yang bersumber dari APBN senilai Rp 13 milliar tahun 2011 untuk pelaksanaan renovasi sekolah.

Disinyalir, seluruh sekolah tersebut menggunakan dana blockgrand tidak sebagaimana mestinya. Saat ini, Kejari Majene telah membentuk tim investigasi yang sudah bekerja di lapangan untuk melakukan penyelidikan pada sejumlah SD tersebut.

“Kita sudah bentuk tim investigasi ke lapangan untuk melakukan penyelidikan terhadap 49 SD yang mendapat bantuan dana BG. Ini agar proses penyelidikan bisa lebih akurat dan mendalam,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejari Majene, Awaluddin ketika dihubungi Minggu (16/9/2012).

Dikatakan Awaluddin, dalam pelaksanaan penyelidikan itu, Kejari menargetkan akan mendatangi semua SD yang menerima bantuan blockgrand.

Dari 49 SD yang akan dilakukan penyelidikan, baru sekitar 15 SD yang berada dalam kota Majene sudah dimasuki tim investigasi. Berarti ada sekitar 34 SD lagi yang akan di datangi oleh tim investigasi Kejari Majene.

“Hasil sementara, terdapat sejumlah sekolah melaksanakan aliran dana tersebut diluar dari petunjuk teknis pengelolaan dana sebagaimana mestinya. Meski hal itu belum terlalu substansial,” jelasnya.

Dijelaskan Awaluddin, pihaknya mendatangi semua sekolah tersebut untuk mengetahui sejauh mana realisasi penggunaan dana blockgrand untuk renovasi sekolah. Apalagi, berdasarkan petunjuk yang ada, batas waktu pengerjaan renovasi sekolah penerima blockgrand hingga 5 Oktober 2012.

Menurut Awal, pelaksanaan investigasi di lapangan yang sementara berjalan akan rampung bulan ini. Sejauh ini, masih 34 SD lagi yang belum didatangi.

Dijelaskan lagi, setelah dilakukan investigasi, Kejari akan kembali memanggil 49 kepala sekolah yang mendapat aliran blockgrand tersebut untuk dimintai keterangan apakah kasus itu akan dilanjutkan pada proses penyidikan.

Ditambahkan, selain akan memeriksa ke 49 kasek penerima BG, Kejari Majene juga akan meminta keterangan dari sejumlah pejabat tinggi pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majene.
(ysw)
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Bangunan Sekolah SMP...
Bangunan Sekolah SMP Negeri 2 Palu Ambruk Akibat Banjir
Rawan Roboh, Plafon...
Rawan Roboh, Plafon Ruang Kelas SDN Talunkidul Disangga Bambu
Sekolah Rusak di Pelosok...
Sekolah Rusak di Pelosok Negeri
Miris! Tidak Ada Anggaran,...
Miris! Tidak Ada Anggaran, SD Negeri di Serang Ini Dibiarkan Rusak Sejak 2012
Tiga Ruang Kelas dan...
Tiga Ruang Kelas dan Perpustakaan di SDN 2 Paeidean Rusak
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
40 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
56 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved