Faisal Basri: Undangan deklarasi dukungan ke Foke ilegal
Jum'at, 14 September 2012 - 08:58 WIB
Faisal Basri: Undangan deklarasi dukungan ke Foke ilegal
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Faisal Basri membantah kabar adanya deklarasi dukungan suara terhadap pasangan cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Dengan tegas dia menyatakan, pihaknya tidak mengarahkan dukungan suara kepada cagub manapun.
"Pernyataan pihak-pihak yang mengatasnamakan tim Faisal-Biem untuk kepentingan dukungan ke cagub tertentu itu adalah klaim yang tidak benar dan selayaknya diterima sebagai pernyataan individu masing-masing warga," tegas Faisal melalui rilis kepada Sindonews, Jumat (14/9/2012).
Penegasan sikap tersebut, lanjut Faisal sekaligus untuk mengklarifikasi beredarnya undangan deklarasi tim Faisal-Biem mendukung Fauzi Bowo, pada hari Jumat 14 September 2012 di Johar Baru, Jakarta Pusat. Apalagi undangan tersebut berasal dari media center Fauzi Nara.
"Deklarasi itu bersifat ilegal dan mencederai komitmen independen yang disepakati bersama. Demikian juga untuk sekaligus menegaskan tidak adanya juga deklarasi lain, baik dari kelompok di Johar Baru maupun dari organisasi Tim Faisal-Biem cabang manapun, karena Tim Pilkada Faisal Biem sudah dinyatakan bubar satu minggu setelah putaran pertama usai," tegasnya lagi.
Menurut Faisal, pihaknya membebaskan eks timses dan pendukungnya untuk memilih gubernur sesuai hari nurani. "Tapi itu diserahkan ke pribadi dan hati nurani masing-masing dan tanpa mengatasnamakan Faisal Basri atau Tim Faisal Biem," tegasnya lagi.
Kepada eks tim dan simpatisan Faisal Biem, lanjutnya disarankan jangan terpancing dengan provokasi. "Kita kawal Pilkada agar berjalan dengan damai dan lancar demi menjaga proses demokrasi yang bersih dan bermartabat," ujarnya.
"Pernyataan pihak-pihak yang mengatasnamakan tim Faisal-Biem untuk kepentingan dukungan ke cagub tertentu itu adalah klaim yang tidak benar dan selayaknya diterima sebagai pernyataan individu masing-masing warga," tegas Faisal melalui rilis kepada Sindonews, Jumat (14/9/2012).
Penegasan sikap tersebut, lanjut Faisal sekaligus untuk mengklarifikasi beredarnya undangan deklarasi tim Faisal-Biem mendukung Fauzi Bowo, pada hari Jumat 14 September 2012 di Johar Baru, Jakarta Pusat. Apalagi undangan tersebut berasal dari media center Fauzi Nara.
"Deklarasi itu bersifat ilegal dan mencederai komitmen independen yang disepakati bersama. Demikian juga untuk sekaligus menegaskan tidak adanya juga deklarasi lain, baik dari kelompok di Johar Baru maupun dari organisasi Tim Faisal-Biem cabang manapun, karena Tim Pilkada Faisal Biem sudah dinyatakan bubar satu minggu setelah putaran pertama usai," tegasnya lagi.
Menurut Faisal, pihaknya membebaskan eks timses dan pendukungnya untuk memilih gubernur sesuai hari nurani. "Tapi itu diserahkan ke pribadi dan hati nurani masing-masing dan tanpa mengatasnamakan Faisal Basri atau Tim Faisal Biem," tegasnya lagi.
Kepada eks tim dan simpatisan Faisal Biem, lanjutnya disarankan jangan terpancing dengan provokasi. "Kita kawal Pilkada agar berjalan dengan damai dan lancar demi menjaga proses demokrasi yang bersih dan bermartabat," ujarnya.
(lns)