Catut nama pejabat, honorer dan Gapoktan tertipu
Jum'at, 14 September 2012 - 03:31 WIB
Catut nama pejabat, honorer dan Gapoktan tertipu
A
A
A
Sindonews.com - Aksi penipuan melalui telepon seluler dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini menimpa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan sejumlah pegawai honorer di Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, yang tertipu hingga jutaan rupiah.
Dalam sepekan sudah ada beberapa pegawai honorer tertipu dengan menyerahkan uang jutaan rupiah dengan mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Lutra Mustamin Makkasau.
Tak hanya itu, sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) diantaranya Gapoktan Tritunggal Desa Sidobinangun harus gigit jari karena menyerahkan Rp3 juta yang di transfermelalui BRI atas nama Andi Karim.
Andi mengaku sebagai salah satu staf Dinas Pertanian Provinsi Sulsel yang mampu mengurus dana hibah sebesar Rp250 juta.
"Saya di telepon orang yang mengaku Andi Karim staf Dinas Pertanian Provinsi Sulsel yang mampu membantu mengurus dana hibah sebesar Rp250 juta dengan terlebih dahulu mentransfer ke rekeningnya Rp3juta," kata ketua Gapoktan Tritunggal Muhammad, Kamis 13 September 2012.
Selain itu sejumlah Gapoktan mengaku di telepon seseorang mengaku kepala Dinas Pertanian (Distan) Lutra Armiady dengan meminta uang untuk memperlancar pengurusan bantuan hand traktor.
Kepala Dinas Pertanian Lutra Armiady membenarkan maraknya penipuan melalui telepon seluler.
"Saya telah menerima laporan dari PPL dan Gapoktan terkait dengan permintaan sejumlah uang yang mengatasnakan saya," katanya ketika dihubungi, Kamis 13 september 2012.
Dia mengimbau Gapoktan agar tidak percaya dengan permintaan uang tersebut. Armiady berjanji segera mengumpulkan seluruh staf untuk menyosialisasikannya melalui SMS ke seluruh PPL dan Gapoktan untuk tidak mudah terpengaruh.
Hal sama disampaikan, Kepala BKDD Mustamin Makkasau mengaku telah menerima laporan adanya oknum yang pemerasan terhadap tenaga sukarela.
Kami berharap kepada masyarakat agar tidak terpengaruh. Jika ingin mendapatkan informasi soal pengangkatan PNS baik melalui K2 dan Penerimaan Lainnya, langsung saja ke Kantor BKDD Luwu Utara.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Luwu Utara AKP Abd Nur Adnan saat di konfirmasi terkait maraknya pencatutan nama sejumlah pejabat di daerah ini mengaku belum menerima laporan tersebut.
"Kami (polisi) belum menerima laporan dari masyarakat. Namun, tetap akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang cukup meresahkan tersebut," pungkasnya.
Dalam sepekan sudah ada beberapa pegawai honorer tertipu dengan menyerahkan uang jutaan rupiah dengan mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Lutra Mustamin Makkasau.
Tak hanya itu, sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) diantaranya Gapoktan Tritunggal Desa Sidobinangun harus gigit jari karena menyerahkan Rp3 juta yang di transfermelalui BRI atas nama Andi Karim.
Andi mengaku sebagai salah satu staf Dinas Pertanian Provinsi Sulsel yang mampu mengurus dana hibah sebesar Rp250 juta.
"Saya di telepon orang yang mengaku Andi Karim staf Dinas Pertanian Provinsi Sulsel yang mampu membantu mengurus dana hibah sebesar Rp250 juta dengan terlebih dahulu mentransfer ke rekeningnya Rp3juta," kata ketua Gapoktan Tritunggal Muhammad, Kamis 13 September 2012.
Selain itu sejumlah Gapoktan mengaku di telepon seseorang mengaku kepala Dinas Pertanian (Distan) Lutra Armiady dengan meminta uang untuk memperlancar pengurusan bantuan hand traktor.
Kepala Dinas Pertanian Lutra Armiady membenarkan maraknya penipuan melalui telepon seluler.
"Saya telah menerima laporan dari PPL dan Gapoktan terkait dengan permintaan sejumlah uang yang mengatasnakan saya," katanya ketika dihubungi, Kamis 13 september 2012.
Dia mengimbau Gapoktan agar tidak percaya dengan permintaan uang tersebut. Armiady berjanji segera mengumpulkan seluruh staf untuk menyosialisasikannya melalui SMS ke seluruh PPL dan Gapoktan untuk tidak mudah terpengaruh.
Hal sama disampaikan, Kepala BKDD Mustamin Makkasau mengaku telah menerima laporan adanya oknum yang pemerasan terhadap tenaga sukarela.
Kami berharap kepada masyarakat agar tidak terpengaruh. Jika ingin mendapatkan informasi soal pengangkatan PNS baik melalui K2 dan Penerimaan Lainnya, langsung saja ke Kantor BKDD Luwu Utara.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Luwu Utara AKP Abd Nur Adnan saat di konfirmasi terkait maraknya pencatutan nama sejumlah pejabat di daerah ini mengaku belum menerima laporan tersebut.
"Kami (polisi) belum menerima laporan dari masyarakat. Namun, tetap akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang cukup meresahkan tersebut," pungkasnya.
(ysw)