Pengamanan Bandara Sultan Hasanuddin ditingkatkan

Kamis, 13 September 2012 - 20:56 WIB
Pengamanan Bandara Sultan...
Pengamanan Bandara Sultan Hasanuddin ditingkatkan
A A A
Sindonews.com - Aparat Polsek Bandara menggelar razia senjata tajam, senjata api dan bahan peledak di akses jalan masuk bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kendaraan roda dua dan empat yang akan memasuki area bandara diperiksa aparat kepolisian yang dibantu petugas otoritas bandara, sekuriti bandara dan TNI AU. Kendaraan roda dua harus berhenti dan diperiksa barang bawaan dan bagian sadel motor.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, petugas menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector) dan kaca pembesar (mirror). Kaca mobil mesti diturunkan oleh pengemudi.

Kapolsek Bandara Iptu A Alamsyah menuturkan, sebaiknya pengguna bandara tidak membawa senjata tajam (sajam) saat akan memasuki area bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

"Kami mengimbau supaya pengguna jasa bandara tidak membawa senjata tajam, senjata api dan bahan peledak lainnya," ungkap Alamsyah menjelaskan kepada wartawan, Kamis (13/9/2012).

Dia menjelaskan, Razia dadakan di area bandara itu dilakukan guna merespon aksi teror yang akhir-akhir ini terjadi.

"Meskipun razia ini telah digelar jauh sebelum penemuan granat di Maros, namun kami lebih meningkatkan lagi," jelasnya.

Razia senjata tajam, senjata api dan bahan peledak yang digelar Polsek Bandara di akses jalan masuk bandara Internasional Sultan Hasanuddin melibatkan puluhan aparat. Menurut A Alamsyah, polisi mengerahkan 28 personel Polsek yang dibantu 24 orang dari sekuriti bandara, enam orang dari otoritas bandara dan enam orang dari TNI AU.

Iptu A Alamsyah menambahkan, razia akan digelar setiap dua jam sekali. Tindakan ini merupakan hal yang rutin. Setiap kendaraan diperiksa maksimal satu menit. Untuk kendaraan roda empat diperiksa empat personel, di bagasi mobil digunakan alat pendeteksi logam dan kaca pembesar.

Sementara itu Manager Sekuriti Bandara PT Angkasa Pura I Mulyadi Suparjo mengatakan, dengan adanya aksi teror yang menyebut bandara tentunya, pihak PT Angkasa Pura lebih memperketat lagi pengamanan pada objek vital.

"Namun untuk penambahan personel masih belum dilakukan karena kondisi masih hijau. Kegiatan rutin selalu kami gelar atas kerja sama dengan polisi," kata Mulyadi.
(azh)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
49 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved