Festival Media terakbar digelar di Bandung
Rabu, 12 September 2012 - 16:32 WIB
Festival Media terakbar digelar di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Festival media massa terbesar di Indonesia rencananya akan digelar di Bandung. Belasan media mainstream, berbagai media komunitas, dan berbagai kegiatan akan mengisi festival ini.
Festival ini digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terkait ulang tahunnya yang ke-18. Hajatan terakbar ini akan digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, akhir pekan ini, Sabtu-Minggu, 15-16 September 2012.
Ketua AJI Bandung Zaki Yamani menjelaskan, festival akan diikuti oleh perwakilan AJI dari Aceh sampai Papua.
Khusus bagi pengunjung, selain diisi media mainstream dan media komunitas, festival juga membuka kesempatan bagi pengunjung juga bisa berinteraksi dengan pengelola media.
"Pengunjung dapat berinteraksi dan memperoleh informasi langsung dengan pengelola media. Bahkan bisa mencoba menjadi presenter di studio mini di salah satu stand media peserta," kata Zaki, dalam jumpa pers Festival Media di GIM, Bandung, Rabu (12/9/2012).
Selain itu, ada banyak kegiatan menarik lainnya yang terbuka bagi umum. Di antaranya workshop penulisan dan worshop membangun bisnis online. Ada juga presentasi dan pemutaran film, lomba debat antar SMA/K se-Bandung, seminar tentang perkembangan media digital, dan lainnya.
Zaki menambahkan, komunitas pers dari organisasi pers mahasiswa juga menjadi bagian dari penyemarak acara. Nantinya, ajang ini menjadi ruang sharing bagi wartawan profesional dengan mahasiswa calon wartawan.
Sedangkan untuk AJI Jogjakarta, akan khusus mengusung isu penuntasan kasus pembunuhan wartawan Bernas Udin. Menurutnya, kasus Udin harus dituntaskan. Terlebih tahun ini kasus Udin memasuki tahun terakhir pengusutan. Artinya, jika tidak ada bukti baru, kasusnya akan dipetieskan.
"AJI merasa kasus ini belum selesai," tegas redaktur harian ternama di Jabar ini. Sedangkan isu umum yang diusung AJI adalah mengkampanyekan kesejahteraan wartawan, penolakan terhadap kekerasan waratan, penuntasan kasus Munir dan lainnya.
Koordinator Festival Media Tarlen Handayani mengatakan, festival akan diikuti 13 stan media besar, termasuk media luar negeri seperti Voice of America (VOA).
Kata Tarlen, festival tersebut merupakan festival pertama yang digelar AJI. Rencananya,tiap tahun festival serupa akan dibawa ke kota-kota lain di Indonesia.
Menurutnya, Bandung dipilih sebagai kota pertama festival karena termasuk kota yang turut membentuk AJI Indonesia pada 7 Juli 18 tahun lalu, selain Jogjakarta, Surabaya dan Jakarta. Jadi festival ini pertama-tama digelar di kota yang jadi inisiator AJI, kemudian akan diputar ke seluruh kota di Indonesia.
Dalam festival itu pihaknya tidak mentargetkan jumlah pengunjung. "Minimal ada gaungnya," pungkas Tarlen yang merupakan penulis lepas.
Festival ini digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terkait ulang tahunnya yang ke-18. Hajatan terakbar ini akan digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, akhir pekan ini, Sabtu-Minggu, 15-16 September 2012.
Ketua AJI Bandung Zaki Yamani menjelaskan, festival akan diikuti oleh perwakilan AJI dari Aceh sampai Papua.
Khusus bagi pengunjung, selain diisi media mainstream dan media komunitas, festival juga membuka kesempatan bagi pengunjung juga bisa berinteraksi dengan pengelola media.
"Pengunjung dapat berinteraksi dan memperoleh informasi langsung dengan pengelola media. Bahkan bisa mencoba menjadi presenter di studio mini di salah satu stand media peserta," kata Zaki, dalam jumpa pers Festival Media di GIM, Bandung, Rabu (12/9/2012).
Selain itu, ada banyak kegiatan menarik lainnya yang terbuka bagi umum. Di antaranya workshop penulisan dan worshop membangun bisnis online. Ada juga presentasi dan pemutaran film, lomba debat antar SMA/K se-Bandung, seminar tentang perkembangan media digital, dan lainnya.
Zaki menambahkan, komunitas pers dari organisasi pers mahasiswa juga menjadi bagian dari penyemarak acara. Nantinya, ajang ini menjadi ruang sharing bagi wartawan profesional dengan mahasiswa calon wartawan.
Sedangkan untuk AJI Jogjakarta, akan khusus mengusung isu penuntasan kasus pembunuhan wartawan Bernas Udin. Menurutnya, kasus Udin harus dituntaskan. Terlebih tahun ini kasus Udin memasuki tahun terakhir pengusutan. Artinya, jika tidak ada bukti baru, kasusnya akan dipetieskan.
"AJI merasa kasus ini belum selesai," tegas redaktur harian ternama di Jabar ini. Sedangkan isu umum yang diusung AJI adalah mengkampanyekan kesejahteraan wartawan, penolakan terhadap kekerasan waratan, penuntasan kasus Munir dan lainnya.
Koordinator Festival Media Tarlen Handayani mengatakan, festival akan diikuti 13 stan media besar, termasuk media luar negeri seperti Voice of America (VOA).
Kata Tarlen, festival tersebut merupakan festival pertama yang digelar AJI. Rencananya,tiap tahun festival serupa akan dibawa ke kota-kota lain di Indonesia.
Menurutnya, Bandung dipilih sebagai kota pertama festival karena termasuk kota yang turut membentuk AJI Indonesia pada 7 Juli 18 tahun lalu, selain Jogjakarta, Surabaya dan Jakarta. Jadi festival ini pertama-tama digelar di kota yang jadi inisiator AJI, kemudian akan diputar ke seluruh kota di Indonesia.
Dalam festival itu pihaknya tidak mentargetkan jumlah pengunjung. "Minimal ada gaungnya," pungkas Tarlen yang merupakan penulis lepas.
(azh)