Bacok warga, Kades Bonto Bulaeng jadi tersangka
Rabu, 12 September 2012 - 15:16 WIB
Bacok warga, Kades Bonto Bulaeng jadi tersangka
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantaeng, resmi menetapkan Kepala Desa (Kades) Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Sampara Sapruddin alias Ampa (45) sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan, seorang warganya Daeng Balle (57).
Ampa ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim, Polres Bantaeng.
“Setelah ditetapkan tersangka, kami langsung melakukan penahanan terhadap Kades ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto, Rabu (12/9/2012).
Mengenai modus hingga terjadinya pembacokan itu, Dodik menyebutkan berdasarkan keterangan dari tersangka, keduanya pernah memiliki persoalan lama. Tersangka juga menyebutkan, sebelum kejadian, keduanya bertemu di sebuah kebun dan saat itu korban sempat marah-marah ke tersangka.
Tidak menerima hal tersebut, keduanya terlibat pertengkaran dan korban hendak menikam tersangka dengan menggunakan sebilah badik, namun tersangka menghindar sehingga tidak kena. Setelah itu, tersangka langsung membalas dengan membacok bagian kiri belakang leher korban, hingga mengalami luka sepanjang 10 sentimeter.
“Selain menahan tersangka, kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa Parang di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Dodik.
Lebih lanjut, Dodik mengatakan jika terbukti maka Sampara akan dikenakan pasal 351 KUHPidana, tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Sekedar diketahui, Selasa 11 September kasus pembacokan terjadi di sebuah kebun di Dusun Pa’bulengan, Desa Bonto Bulueng, Kecamatan Sinoa, yang dilakukan Kades Bonto Bulaeng, Sampara terhadap Daeng Balle. Setelah mengalami pendarahan, Balle yang sempat lari ke pemukiman warga, langsung dibantu warga dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof Anwar Makkatu Bantaeng.
Korban mengalami luka belakang leher bagian kiri, dan mendapat 13 jahitan. Delapan jahitan untuk bagian dalam, dan lima jahitan di bagian luar. Korban yang juga bekerja sebagai petani, mengaku tidak mengetahui penyebab hingga dirinya dibacok oleh pimpinan desanya itu. Kondisi Balle, juga sudah mulai membaik setelah ditangani intensif oleh tim dokter RSUD.
Ampa ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim, Polres Bantaeng.
“Setelah ditetapkan tersangka, kami langsung melakukan penahanan terhadap Kades ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto, Rabu (12/9/2012).
Mengenai modus hingga terjadinya pembacokan itu, Dodik menyebutkan berdasarkan keterangan dari tersangka, keduanya pernah memiliki persoalan lama. Tersangka juga menyebutkan, sebelum kejadian, keduanya bertemu di sebuah kebun dan saat itu korban sempat marah-marah ke tersangka.
Tidak menerima hal tersebut, keduanya terlibat pertengkaran dan korban hendak menikam tersangka dengan menggunakan sebilah badik, namun tersangka menghindar sehingga tidak kena. Setelah itu, tersangka langsung membalas dengan membacok bagian kiri belakang leher korban, hingga mengalami luka sepanjang 10 sentimeter.
“Selain menahan tersangka, kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa Parang di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Dodik.
Lebih lanjut, Dodik mengatakan jika terbukti maka Sampara akan dikenakan pasal 351 KUHPidana, tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Sekedar diketahui, Selasa 11 September kasus pembacokan terjadi di sebuah kebun di Dusun Pa’bulengan, Desa Bonto Bulueng, Kecamatan Sinoa, yang dilakukan Kades Bonto Bulaeng, Sampara terhadap Daeng Balle. Setelah mengalami pendarahan, Balle yang sempat lari ke pemukiman warga, langsung dibantu warga dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof Anwar Makkatu Bantaeng.
Korban mengalami luka belakang leher bagian kiri, dan mendapat 13 jahitan. Delapan jahitan untuk bagian dalam, dan lima jahitan di bagian luar. Korban yang juga bekerja sebagai petani, mengaku tidak mengetahui penyebab hingga dirinya dibacok oleh pimpinan desanya itu. Kondisi Balle, juga sudah mulai membaik setelah ditangani intensif oleh tim dokter RSUD.
(azh)