Bantuan mengalir ke korban gempa

Rabu, 12 September 2012 - 09:00 WIB
Bantuan mengalir ke...
Bantuan mengalir ke korban gempa
A A A
Sindonews.com - Untuk membantu korban gempa di Sukabumi dan Bgor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung mengirimkan bantuan. Saat ini bantuan tersebut sudah dipastikan sampai ke korban gempa.

“Bantuan tenda-tenda, makanan-makanan siap saji, pengobatan-pengobatan semua sudah masuk. Saya sudah dapat laporannya,” kata Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, di Bandung, kemarin.

Dede menjelaskan, penanganan dilakukan BPBD Bogor dan Sukabumi. Sedangkan BPBD Provinsi Jabar sifatnya sebagai koordinasi. “Gempa pertama-tama harus kita pikirkan pertama penanganan darurat korban itu dulu sesuai UU. Ini Sudah dilakukan,” tegasnya.

Meski begitu, pemerintah belum bisa langsung melakukan perbaikan atau rehab-rekon bagi ratusan rumah yang menjadi korban gempa pada Minggu 9 September 2012 lalu itu.

Pasalnya, masa tanggap darurat belum berakhir. Kata Dede, menurut UU, tanggap darurat berlangsung selama tujuh hari setelah bencana. Setelah itu baru dinyatakan apakah daerah tersebut sudah aman atau belum. “Tentu kita tidak bisa langsung serta merta memperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, rehab rekon juga harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur. Pemprov Jabar sendiri sifatnya hanya membantu. Selebihnya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga, Dede pun belum tahu anggaran yang disediakan untuk rehab rekon.

Dana rehab rekon menurutnya tidak bisa muncul bulan depan setelah pengajuan. “Biasanya ada proses pengajuan, itu kan harus dihitung juga berapa genteng rumah yang pecah, itu harus dihitung, itu biasanya pengajuan pada anggaran berikutnya,” terangnya.

Menurunya, sebelum melakukan rehab rekon harus diperhitungkan pula kemungkinan gempa susulan. Sebab, gempa juga memuliki siklusnya sendiri. Mengenai bahaya gempa juga tidak pernah diketahui kapan dan dimananya. Yang penting menurutnya semua pihak harus waspada. “Kemarin saya lihat di berita Cina kena Gempa hancur, habis. Jadi memang kita harus waspada,” ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Apakah Aplikasi Pendeteksi...
Apakah Aplikasi Pendeteksi Gempa Benar-Benar Berfungsi?
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
2 Kali Gempa Besar Guncang...
2 Kali Gempa Besar Guncang Banten Terjadi Hari Jumat, Netizen Langsung Teringat Kiamat
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Dilanda Kepanikan Saat...
Dilanda Kepanikan Saat Gempa, Karyawan Walkot Jaksel Diminta Keluar Gedung
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
39 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
1 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
3 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved