Oknum kades Diduga bacok seorang warga
Selasa, 11 September 2012 - 17:59 WIB
Oknum kades Diduga bacok seorang warga
A
A
A
Sindonews.com - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sinoa, SY (37) diduga membacok seorang warganya Daeng Balle (45) hingga mengalami luka robek sepanjang 10 sentimeter. Akibat luka bacok tersebut, Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatu Bantaeng.
Menurut dokter RSUD Akbar Priyono, korban mengalami luka belakang leher bagian kiri, dan mendapat 13 jahitan. Delapan jahitan untuk bagian dalam, dan lima jahitan di bagian luar.
”Memang lukanya diakibatkan benda tajam, tapi kami tidak bisa memastikan benda tajam apa. Untuk itu, kami harus melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan dan mengobati jaringan yang putus,” ungkap Akbar menjelaskan kepada wartawan menjelaskan, Selasa (11/9/2012).
Sementara itu, korban yang juga bekerja sebagai petani, mengaku tidak mengetahui penyebab hingga dirinya diparangi. Menurut dia, kejadian berawal saat dirinya hendak ke kebun pamannya, untuk mengecek pohon pisang yang tengah berbuah. Namun, saat tiba di kebun, dia melihat SY dan istrinya berada di sekitar lokasi.
”Saya hanya bertanya, bikin apa ki Pak Kades? Langsung dia marah sama saya dan mengatakan kenapa saya dendam sama dia, jadi saya jawab, kenapa saya dendam sama kita (kamu) sementara tidak ada masalahku sama kita,” ungkap Balle.
Oknum kades itupun bertanya, apa yang dilakukan korban, dan korban menjawab hendak mengecek pohon pisang yang tengah berbuah. Saat korban menunjuk dan melihat ke arah pohon pisang, tiba-tiba pelaku langsung menebas bagian belakang leher korban. Kaget dengan kejadian itu, korban pun langsung lari, sambil memegang lehernya yang terus mengeluarkan darah.
Warga yang melihat korban berlari sambil berlumuruan darah, langsung dinaikkan ke mobil dan dibawa ke RSUD Bantaeng. Sementara, anak korban Basri mengatakan, sebelumnya, bapaknya tidak pernah menceritakan persoalan dengan Kades. ”Makanya kami juga kaget dengan kejadian ini,” jelas Basri.
Menurut Kabag Ops Polres Bantaeng Kompol Dahril, usai kejadian, pihaknya langsung mengamankan pelaku dari rumahnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku sempat terjadi pertengkaran sebelumnya dengan korban.
”Dia (pelaku) mengaku, sempat terjadi pertengkaran sebelumnya. Apalagi korban (Balle) bawa badik dan akan menikam pelaku. Sehingga katanya daripada dia (oknum Kades) yang ditikam, mending dia yang parangi lebih dulu,” jelas Dahril.
Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih mengambil keterangan oknum Kades. Hingga saat ini, polisi masih meminta keterangan korban secara tertutup di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bantaeng.
Menurut dokter RSUD Akbar Priyono, korban mengalami luka belakang leher bagian kiri, dan mendapat 13 jahitan. Delapan jahitan untuk bagian dalam, dan lima jahitan di bagian luar.
”Memang lukanya diakibatkan benda tajam, tapi kami tidak bisa memastikan benda tajam apa. Untuk itu, kami harus melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan dan mengobati jaringan yang putus,” ungkap Akbar menjelaskan kepada wartawan menjelaskan, Selasa (11/9/2012).
Sementara itu, korban yang juga bekerja sebagai petani, mengaku tidak mengetahui penyebab hingga dirinya diparangi. Menurut dia, kejadian berawal saat dirinya hendak ke kebun pamannya, untuk mengecek pohon pisang yang tengah berbuah. Namun, saat tiba di kebun, dia melihat SY dan istrinya berada di sekitar lokasi.
”Saya hanya bertanya, bikin apa ki Pak Kades? Langsung dia marah sama saya dan mengatakan kenapa saya dendam sama dia, jadi saya jawab, kenapa saya dendam sama kita (kamu) sementara tidak ada masalahku sama kita,” ungkap Balle.
Oknum kades itupun bertanya, apa yang dilakukan korban, dan korban menjawab hendak mengecek pohon pisang yang tengah berbuah. Saat korban menunjuk dan melihat ke arah pohon pisang, tiba-tiba pelaku langsung menebas bagian belakang leher korban. Kaget dengan kejadian itu, korban pun langsung lari, sambil memegang lehernya yang terus mengeluarkan darah.
Warga yang melihat korban berlari sambil berlumuruan darah, langsung dinaikkan ke mobil dan dibawa ke RSUD Bantaeng. Sementara, anak korban Basri mengatakan, sebelumnya, bapaknya tidak pernah menceritakan persoalan dengan Kades. ”Makanya kami juga kaget dengan kejadian ini,” jelas Basri.
Menurut Kabag Ops Polres Bantaeng Kompol Dahril, usai kejadian, pihaknya langsung mengamankan pelaku dari rumahnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku sempat terjadi pertengkaran sebelumnya dengan korban.
”Dia (pelaku) mengaku, sempat terjadi pertengkaran sebelumnya. Apalagi korban (Balle) bawa badik dan akan menikam pelaku. Sehingga katanya daripada dia (oknum Kades) yang ditikam, mending dia yang parangi lebih dulu,” jelas Dahril.
Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih mengambil keterangan oknum Kades. Hingga saat ini, polisi masih meminta keterangan korban secara tertutup di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bantaeng.
(azh)