Korban lumpur Lapindo tuntut akta kelahiran gratis

Selasa, 11 September 2012 - 14:39 WIB
Korban lumpur Lapindo...
Korban lumpur Lapindo tuntut akta kelahiran gratis
A A A
Sindonews.com - Puluhan warga yang tergabung dalam Korban Lumpur Menggugat (KLM) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Mereka mendesak agar DPRD memperjuangkan akta kelahiran gratis bagi warga yang terlambat mengurus akta ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Alasan KLM menuntut akta kelahiran gratis, karena jika mengurus ke Pengadilan Negeri (PN) biayanya sangat mahal. Bahkan, warga harus mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan akta kelahiran.

Padahal, untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari sudah sulit setelah kawasan mereka terdampak lumpur Lapindo.

Warga yang tergabung dalam KLM itu berasal dari Desa Glagaharum, Gempolsari dan sekitarnya. Mereka ditemui oleh Komisi A dan Komisi D DPRD Sidoarjo.

"Kita akan mengundang Dispendukcapil dan Pengadilan dalam pertemuan nanti," ujar Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Mundzir Dwi Ilmiawan," Selasa (11/9/2012).

Saat ini, anak-anak warga KLM yang belum mempunyai akta kelahiran sekira 400 orang. Mereka terlambat mengurus ke Dispendukcapil saat ada pemutihan beberapa waktu lalu. Sehingga, harus mengurus ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

"Kita sudah ke PN dan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Makanya kita menuntut agar warga KLM yang terlambat mengurus akta kelahiran digratiskan," ujar Asmunir, salah satu koordinator KLM.

Menurut Asmunir, karena mereka tidak tahu jika ada pemutihan. Sehingga, ketika mengurus ke PN ditarik biaya yang cukup mahal. Bahkan, jika melalui calo biayanya bisa sampai jutaan rupiah.

Warga juga sudah minta keringanan agar dibebaskan dari biaya dan maksimal bayar Rp50 ribu. Namun dari pihak PN tidak mau menerima. Jika ingin gratis, warga harus mengurus Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM). Padahal, tidak ada aturan yang mensyaratkan akta gratis berlaku untuk warga miskin.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Kusman mengatakan saat dewan membahas Pansus Administrasi Kependudukan dengan Dispendukcapil beberapa waktu lalu sudah direkomendasikan agar pengurusan akta kelahiran bagi yang terlambat cukup di Dispendukcapil.

Namun, sampai sekarang belum ada jawaban dari dinas terkait, malah warga yang terlambat mengurus akta kelahiran harus ke Pengadilan.

"Pernah ada kasus warga mengurus akta kelahiran ke Pengadilan biayanya sampai Rp 2 juta," tandas Kusman.

Dalam pertemuan itu, baik Komisi A maupun Komisi D sepakat jika harus ada perlakuan khusus bagi warga yang terdampak lumpur yang terlambat dalam pengurusan akta kelahiran.

"Kita harapkan dalam pertemuan nanti dengan Dispendukcapil dan Pengadilan ada solusi terbaik dalam kasus ini," ujar Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Mahmud.
(azh)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved