IPW: 5 ancaman di Pilgub Jakarta

Minggu, 09 September 2012 - 13:43 WIB
IPW: 5 ancaman di Pilgub...
IPW: 5 ancaman di Pilgub Jakarta
A A A
Sindonews.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, ada lima potensi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, baik saat pencoblosan maupun pasca pencoblosan.

"Kelima ancaman itu, Pertama, sikap tidak siap kalah dari kedua calon gubernur. Hal ini terlihat dari makin tajamnya manuver kedua cagub untuk saling memojokkan. Situasi ini bisa makin parah dengan meluasnya sikap radikal pendukung kedua cagub," ujarnya dalam rilis yang diterima SINDO, Minggu (9/9/2012).

Lanjutnya, Kedua tawuran antar preman dan tawuran antara warga yang kian marak, bukan mustahil bisa berdampak pada konflik antar pendukung masing-masing cagub. Ketiga, banyaknya korban kebakaran jika tidak ditangani secara maksimal hak suaranya, berpotensi menimbulkan gelombang protes dan konflik.

"Untuk itu Polda Metro perlu melakukan deteksi dini dan antisipasi maksimal agar hal-hal negatif tidak terjadi dalam proses Pilgub DKI Jakarta," lanjutnya.

Dia menjelaskan, Keempat banyaknya para pendatang pasca Lebaran yang belum mendapatkan pekerjaan di Ibu Kota. Mereka berpotensi dimanfatkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk membuat masalah. Kelima, penemuan bom rakitan di Tambora perlu diantisipasi, apakah ada kaitannya untuk memancing kekacauan Pilgub Jakarta atau tidak.

"Belum tertangkapnya Thoriq sipemilik bom rakitan membuat ancaman tersendiri bagi situasi Kamtibmas Jakarta saat pilkada (pemilihan kepala daerah) maupun pasca pilkada," jelasnya.

Dia menambahkan, Pilgub putaran kedua lebih panas ketimbang putaran pertama. Sebab, jumlah calon tinggal dua, sehingga kekuatan massa pendukung terkonsentrasi kepada persaingan sengit kedua cagub.

Untuk itu, katanya, Kapolda Metro harus memanggil kedua cagub untuk meminta tiga komitmen dan jaminan. Pertama, kedua cagub sama-sama menciptakan pilkada damai. Kedua, menyatakan siap menang dan siap kalah. Ketiga, akan mengendalikan masing pendukung.

"Hal ini perlu dilakukan mengingat Jakarta adalah barometer politik nasional. Jakarta aman, pilkada di daerah lain pun relatif aman. Sebaliknya, Jakarta rusuh, bukan mustahil kerusuhan merembet ke daerah lain," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
13 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
17 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved