SBY perintahkan Kapolri tangkap pelaku bom di Depok
Minggu, 09 September 2012 - 10:02 WIB
SBY perintahkan Kapolri tangkap pelaku bom di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Kejadian teror bom yang belakanggan berturut-turut rupanya telah membuat geram Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sehingga memerintahkan Kapolri untuk segera menangkap para pelaku itu.
Presiden SBY mengaku telah mendapat laporan dari Menteri Koordiator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, terkait peristiwa ledakan bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok.
"Presiden sudah dilaporkan oleh Menko Polhukam dan perintahkan Kapolri segera mengejar pelaku," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi, Minggu (9/9/2012).
Presiden menyesalkan peristiwa tersebut yang telah memakan korban. Oleh karenanya, SBY memerintahkan aparat kepolisian untuk segera mengusut penyebab peristiwa tersebut bisa terjadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan keras terdengar dari Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara sekira pukul 21.30 WIB. Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga granat dengan jenis granat manggis dan asap.
Satu pucuk senjata api Bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan dua pucuk senjata api (Senpi) Enggran masih dalam rangkaian. Peluru 9 mm sebanyak 50 butir dan 22 mm 30 butir. Talkit, gambar pejera, laras dan magazen (manual).
Serta beberapa barang yang diduga untuk membuat rangkaian bom, di antaranya, batere sembilan volt lima buah, swiching dalam rangkaian enam buah. Black powder, potasium KL sebanyak tujuh kilogram, satu unit detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak enam buah sudah dalam keadaan terisi.
Polisi juga mencatat ada tiga korban dari kejadian ini, di antaranya adalah Mulyadi Tofik dan Febri Bagus Kuncoro yang mendapatkan luka ringan, serta pemilik kontarakan Mr. X yang mendapatkan luka berat dengan tangan kanan patah, luka bakar sekira 50 sampai dengan 70 persen.
Presiden SBY mengaku telah mendapat laporan dari Menteri Koordiator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, terkait peristiwa ledakan bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok.
"Presiden sudah dilaporkan oleh Menko Polhukam dan perintahkan Kapolri segera mengejar pelaku," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi, Minggu (9/9/2012).
Presiden menyesalkan peristiwa tersebut yang telah memakan korban. Oleh karenanya, SBY memerintahkan aparat kepolisian untuk segera mengusut penyebab peristiwa tersebut bisa terjadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan keras terdengar dari Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara sekira pukul 21.30 WIB. Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga granat dengan jenis granat manggis dan asap.
Satu pucuk senjata api Bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan dua pucuk senjata api (Senpi) Enggran masih dalam rangkaian. Peluru 9 mm sebanyak 50 butir dan 22 mm 30 butir. Talkit, gambar pejera, laras dan magazen (manual).
Serta beberapa barang yang diduga untuk membuat rangkaian bom, di antaranya, batere sembilan volt lima buah, swiching dalam rangkaian enam buah. Black powder, potasium KL sebanyak tujuh kilogram, satu unit detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak enam buah sudah dalam keadaan terisi.
Polisi juga mencatat ada tiga korban dari kejadian ini, di antaranya adalah Mulyadi Tofik dan Febri Bagus Kuncoro yang mendapatkan luka ringan, serta pemilik kontarakan Mr. X yang mendapatkan luka berat dengan tangan kanan patah, luka bakar sekira 50 sampai dengan 70 persen.
(mhd)