Asap tebal keluar dari Kawah Ratu
Minggu, 09 September 2012 - 08:41 WIB
Asap tebal keluar dari Kawah Ratu
A
A
A
Sindonews.com - Aktivitas Gunung Tangkubanparahu hingga kemarin masih berada pada level II atau waspada. Aktivitas kegempaan gunung ini masih terekam fluktuatif.
Pengamat Gunung Api PVMBG Johan Kusuma mengatakan, sejak Kamis 6 Deptember sampai Sabtu 8 Desember aktivitas tremor atau gejolak di dalam dapur magma di Kawah Ratu terus terjadi. Kendati secara keseluruhan polanya melandai, tetap saja aktivitas kegempaannya terus dipantau. Di mana sampai saat ini pengamatan secara intensif dilakukan melalui satu unit kamera CCTV yang dipasang di pos pengamanan dekat Kawah Ratu.
“Aktivitasnya masih melandai, walaupun ada satu titik yang terus menerus mengeluarkan kepulan asap,” kata Johan menjelaskan, Sabtu 8 September.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pantau Gunung Tangkubanparahu, pada Kamis 6 September terjadi 19 hembusan gas, enam kali gempa dangkal (VB), satu kali gempa dalam (VA), satu kali tremor 60 detik, dan satu tremor menerus selama 6.300 detik, dengan amplitudo maksimal 1 milimeter, pukul 19.29–21.25.Pada Jumat (7/9) terekam 10 kali VB,1 kali VA,1 hembusan gas,3 kali tremor menerus pada pukul 04.59–05.52, kemudian 07.11–07.30, dan 18.37–22.05, dengan amplitudo 2 milimeter.
Tim Ahli PVMBG Ian Mulyana mengungkapkan,kondisi alam Gunung Tangkubanparahu tidak bisa diprediksi. Munculnya asap diakibatkan gempa yang menyebabkan hembusan gas seperti SO2, H2S, CO2, dan CO. Aktivitas itu terlihat jelas dari kamera CCTV khususnya pada siang hari. Sementara malam hari pengamatan terdeteksi melalui pengamatan seismik. Menurut dia,kamera CCTV mulai beroperasi pada Jumat 7 Setember pukul 16.00. Walaupun sebelumnya semua perangkat sudah terpasang sejak dua hari lalu, tapi karena ada kendala cuaca maka CCTV baru bisa beroperasi pada Jumat sore.
Kamera ini merekam live aktivitas di Kawah Ratu yang bisa di-zoom, beresolusi tinggi, dan berputar 180 derajat dengan terkoneksi ke Kantor Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Untuk asap bisa langsung terawasi,tapi kalau konsentrat gas tidak bisa.Karena itu polanya dari pengamatan seismik, jika ada getaran aneh, baru visual,” sebutnya. Dia mengatakan, sebenarnya titik-titik yang mengeluarkan gas asap tidak hanya muncul di Kawah Ratu, tapi juga di Kawah Upas, Domas, dan Kawah Baru.
Namun yang paling intens dan besar adalah kepulan asap dari Kawah Ratu, bahkan pada awal-awal suhu di Kawah Ratu mencapai 214 derajat celsius. Untuk semua data yang terekam langsung disimpan dalam format video dan JPEG, di mana bisa diakses di website vsi.esdm.co.id.
“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan bisa melihat dari website itu,”ujar Ian. Asisten Daerah (Asda) III Setda Pemda Kabupaten Subang E Kusdinar saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Tangkubanparahu mengakui Pemkab Subang sudah menyiapkan strategi pengamanan.
Di antaranya jalur evakuasi, pengamanan wilayah yang bisa terkena jalur larva, stok sembako, dan pos pengamanan. Bahkan sosialisasi kepada masyarakat yang wilayahnya paling dekat dengan Gunung Tangkubanparahu sudah dilakukan secara intensif.
“Kami sudah antisipasi segala kemungkinan, termasuk sosialisasi kepada warga Sagalaherang dan Sari Ater,” ucapnya.
Pengamat Gunung Api PVMBG Johan Kusuma mengatakan, sejak Kamis 6 Deptember sampai Sabtu 8 Desember aktivitas tremor atau gejolak di dalam dapur magma di Kawah Ratu terus terjadi. Kendati secara keseluruhan polanya melandai, tetap saja aktivitas kegempaannya terus dipantau. Di mana sampai saat ini pengamatan secara intensif dilakukan melalui satu unit kamera CCTV yang dipasang di pos pengamanan dekat Kawah Ratu.
“Aktivitasnya masih melandai, walaupun ada satu titik yang terus menerus mengeluarkan kepulan asap,” kata Johan menjelaskan, Sabtu 8 September.
Berdasarkan pengamatan di Pos Pantau Gunung Tangkubanparahu, pada Kamis 6 September terjadi 19 hembusan gas, enam kali gempa dangkal (VB), satu kali gempa dalam (VA), satu kali tremor 60 detik, dan satu tremor menerus selama 6.300 detik, dengan amplitudo maksimal 1 milimeter, pukul 19.29–21.25.Pada Jumat (7/9) terekam 10 kali VB,1 kali VA,1 hembusan gas,3 kali tremor menerus pada pukul 04.59–05.52, kemudian 07.11–07.30, dan 18.37–22.05, dengan amplitudo 2 milimeter.
Tim Ahli PVMBG Ian Mulyana mengungkapkan,kondisi alam Gunung Tangkubanparahu tidak bisa diprediksi. Munculnya asap diakibatkan gempa yang menyebabkan hembusan gas seperti SO2, H2S, CO2, dan CO. Aktivitas itu terlihat jelas dari kamera CCTV khususnya pada siang hari. Sementara malam hari pengamatan terdeteksi melalui pengamatan seismik. Menurut dia,kamera CCTV mulai beroperasi pada Jumat 7 Setember pukul 16.00. Walaupun sebelumnya semua perangkat sudah terpasang sejak dua hari lalu, tapi karena ada kendala cuaca maka CCTV baru bisa beroperasi pada Jumat sore.
Kamera ini merekam live aktivitas di Kawah Ratu yang bisa di-zoom, beresolusi tinggi, dan berputar 180 derajat dengan terkoneksi ke Kantor Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Untuk asap bisa langsung terawasi,tapi kalau konsentrat gas tidak bisa.Karena itu polanya dari pengamatan seismik, jika ada getaran aneh, baru visual,” sebutnya. Dia mengatakan, sebenarnya titik-titik yang mengeluarkan gas asap tidak hanya muncul di Kawah Ratu, tapi juga di Kawah Upas, Domas, dan Kawah Baru.
Namun yang paling intens dan besar adalah kepulan asap dari Kawah Ratu, bahkan pada awal-awal suhu di Kawah Ratu mencapai 214 derajat celsius. Untuk semua data yang terekam langsung disimpan dalam format video dan JPEG, di mana bisa diakses di website vsi.esdm.co.id.
“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan bisa melihat dari website itu,”ujar Ian. Asisten Daerah (Asda) III Setda Pemda Kabupaten Subang E Kusdinar saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Tangkubanparahu mengakui Pemkab Subang sudah menyiapkan strategi pengamanan.
Di antaranya jalur evakuasi, pengamanan wilayah yang bisa terkena jalur larva, stok sembako, dan pos pengamanan. Bahkan sosialisasi kepada masyarakat yang wilayahnya paling dekat dengan Gunung Tangkubanparahu sudah dilakukan secara intensif.
“Kami sudah antisipasi segala kemungkinan, termasuk sosialisasi kepada warga Sagalaherang dan Sari Ater,” ucapnya.
(azh)