Warga diimbau waspadai Penggunaan api
Minggu, 09 September 2012 - 05:44 WIB
Warga diimbau waspadai Penggunaan api
A
A
A
Sindonews.com - Terus berlangsungnya musim kemarau di Kabupaten Lahat membuat Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai mengimbau agar masyarakat yang ingin menggunakan api dalam kehidupan sehari hari lebih efektif. Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi bukan hanya di Kabupaten Lahat saja melaikan di seluruh Indonesia.
“Kondisi (kekeringan) ini sudah meluas di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga masyarakat harus lebih waspada dalam menggunakan api. Sejak awal musim panas, sudah kita peringatkan berulang-ulang, jangan sembarangan membuang api yang dapat menyebarkan kebakaran,” kata Saifudin menjelaskan, Sabtu 8 September 2012.
Dirinya mengakui, selama musim kemarau ini, terjadi penyusutan air Sungai Lematang yang berujung pada sulitnya pemenuhan air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat. Bahkan saat ini, pihak pengelola IPA III PDAM Kabupaten Lahat tengah melakuan pengendaman air secara manual dengan karung pasir, agar air diberada sekitar rumah pompa intake dapat memompa dan mendistribusikan ke pelanggan.
“Apabila dalam seminggu kedepan, air Sungai Lematang tetap surut, maka, pihaknya akan melaksanakan pengerukan menggunakan excavator. Serta membersihkan sampah plastik dan serabut kelapa yang selalu menjadi permasalahan,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, apabila kondisi air masih berada di 150 amper perdetik, maka, kekuatan air mencapai 60 liter perdetik, hal ini masih dapat menyuplai ke pelanggan.
“Kalau kondisi 130 ampere perdetik, dihasilkan 40-50 liter perdetik, dalam tahap wajar, ternyata, kalau sampai di angka 110 ampere perdetik, sudah barang tentu, sama sekali tidak bisa mengaliri air, untuk itulah, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin melakukan yang terbaik kepada seluruh pelanggan, sehingga dapat menikmatinya,” jelasnya.
Untuk sementara, Pemkab Lahat tengah mengupayakan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Meski demikian, masih harus dikoordinasikan dengan PDAM Tirta Lematang.
“Kita masih pikirkan. Insyallah kita lakukan bantuan air bersih, terutama daerah daerah yang dilanda kekeringan dahsyat,” ujar dia.
Kekhawatiran Aswari terhadap masyarakat yang lalai menggunakan api memang cukup berasalan. Catatan yang dimiliki Dinas Penanggulangan Bencana Kebakaran (PBK) Kabupaten Lahat, sepanjang bulan Agustus yang bertepatan dengan ramadan, telah terjadi 11 kali kebakaran. Angka ini terbilang cukup tinggi bila dibanding ditahun tahun sebelumnya yang hanya mencapai dua hingga tiga kali kebakaran perbulannya.
Kepala PBK Lahat, Sumantri, mengakui kondisi tersebut. Dirinya menilai angka kebakaran 2012 ini tak menutup kemungkinan akan meningkat dibanding tahun tahun sebelumnya. Terlebih lagi, musim penghujan tak kunjung tiba pada September ini.
“Sebenarnya kita tidak ingin hal tersebut terjadi. Namun, melihat angka kejadian setipa bulannya tidak menutup kemungkinan angka kebakaran akan meningkat. Kita perbandingkan tiap bulannya saja rata rata terjadi peningkatan di 2012. Padahal, 2012 masih beberapa bulan lagi,” katanya.
Ia mengatakan, 2011 terjadi 45 kali kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Lahat. Sementara, kata dia 2012 hingga awal September ini telah terjadi 31 angka kebakaran. Namun sedikit berbeda, kalau 2011 mayoritas kebakaran menimpa rumah penduduk sementara 2012 kebanyakan lahan.
“Kondisi (kekeringan) ini sudah meluas di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga masyarakat harus lebih waspada dalam menggunakan api. Sejak awal musim panas, sudah kita peringatkan berulang-ulang, jangan sembarangan membuang api yang dapat menyebarkan kebakaran,” kata Saifudin menjelaskan, Sabtu 8 September 2012.
Dirinya mengakui, selama musim kemarau ini, terjadi penyusutan air Sungai Lematang yang berujung pada sulitnya pemenuhan air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat. Bahkan saat ini, pihak pengelola IPA III PDAM Kabupaten Lahat tengah melakuan pengendaman air secara manual dengan karung pasir, agar air diberada sekitar rumah pompa intake dapat memompa dan mendistribusikan ke pelanggan.
“Apabila dalam seminggu kedepan, air Sungai Lematang tetap surut, maka, pihaknya akan melaksanakan pengerukan menggunakan excavator. Serta membersihkan sampah plastik dan serabut kelapa yang selalu menjadi permasalahan,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, apabila kondisi air masih berada di 150 amper perdetik, maka, kekuatan air mencapai 60 liter perdetik, hal ini masih dapat menyuplai ke pelanggan.
“Kalau kondisi 130 ampere perdetik, dihasilkan 40-50 liter perdetik, dalam tahap wajar, ternyata, kalau sampai di angka 110 ampere perdetik, sudah barang tentu, sama sekali tidak bisa mengaliri air, untuk itulah, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin melakukan yang terbaik kepada seluruh pelanggan, sehingga dapat menikmatinya,” jelasnya.
Untuk sementara, Pemkab Lahat tengah mengupayakan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Meski demikian, masih harus dikoordinasikan dengan PDAM Tirta Lematang.
“Kita masih pikirkan. Insyallah kita lakukan bantuan air bersih, terutama daerah daerah yang dilanda kekeringan dahsyat,” ujar dia.
Kekhawatiran Aswari terhadap masyarakat yang lalai menggunakan api memang cukup berasalan. Catatan yang dimiliki Dinas Penanggulangan Bencana Kebakaran (PBK) Kabupaten Lahat, sepanjang bulan Agustus yang bertepatan dengan ramadan, telah terjadi 11 kali kebakaran. Angka ini terbilang cukup tinggi bila dibanding ditahun tahun sebelumnya yang hanya mencapai dua hingga tiga kali kebakaran perbulannya.
Kepala PBK Lahat, Sumantri, mengakui kondisi tersebut. Dirinya menilai angka kebakaran 2012 ini tak menutup kemungkinan akan meningkat dibanding tahun tahun sebelumnya. Terlebih lagi, musim penghujan tak kunjung tiba pada September ini.
“Sebenarnya kita tidak ingin hal tersebut terjadi. Namun, melihat angka kejadian setipa bulannya tidak menutup kemungkinan angka kebakaran akan meningkat. Kita perbandingkan tiap bulannya saja rata rata terjadi peningkatan di 2012. Padahal, 2012 masih beberapa bulan lagi,” katanya.
Ia mengatakan, 2011 terjadi 45 kali kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Lahat. Sementara, kata dia 2012 hingga awal September ini telah terjadi 31 angka kebakaran. Namun sedikit berbeda, kalau 2011 mayoritas kebakaran menimpa rumah penduduk sementara 2012 kebanyakan lahan.
(azh)