Partai NasDem dukung calon pro perubahan
Sabtu, 08 September 2012 - 18:18 WIB
Partai NasDem dukung calon pro perubahan
A
A
A
Sindonews.com - Partai NasDem mendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta yang berjanji akan melakukan perubahan terhadap Ibu Kota saat terpilih menjadi Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita pasti mendukung orang yang melakukan perubahan," kata Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella usai melantik pengurus Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Sleman, DIY, Sabtu (8/9/2012).
Sayangnya, Rio Capella enggan menyebutkan secara pasti siapa yang akan didukungnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua nanti. "Anda bisa menilai calon siapa yang menginginkan adanya perubahan," ujarnya.
Dia mengungkapkan, warga DKI Jakarta sudah bisa memilih calon pemimpinnya dengan cerdas, tanpa terpengaruh dengan politik uang dan kampanye hitam yang dilakukan pihak tertentu.
Menurutnya, Pilgub DKI Jakarta bisa menjadi pelajaran penting bagi pelaksanaan pilkada di daerah lain. Sehingga, pilkada tidak lagi identik dengan politik uang untuk bisa terpilih.
"Mudah-mudahan itu akan mengecilkan biaya politik yang tinggi, yang bisa mengakibatkan adanya korupsi-korupsi baru, baik di daerah ataupun nantinya di Jakarta," ungkapnya.
"Kita pasti mendukung orang yang melakukan perubahan," kata Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella usai melantik pengurus Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Sleman, DIY, Sabtu (8/9/2012).
Sayangnya, Rio Capella enggan menyebutkan secara pasti siapa yang akan didukungnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua nanti. "Anda bisa menilai calon siapa yang menginginkan adanya perubahan," ujarnya.
Dia mengungkapkan, warga DKI Jakarta sudah bisa memilih calon pemimpinnya dengan cerdas, tanpa terpengaruh dengan politik uang dan kampanye hitam yang dilakukan pihak tertentu.
Menurutnya, Pilgub DKI Jakarta bisa menjadi pelajaran penting bagi pelaksanaan pilkada di daerah lain. Sehingga, pilkada tidak lagi identik dengan politik uang untuk bisa terpilih.
"Mudah-mudahan itu akan mengecilkan biaya politik yang tinggi, yang bisa mengakibatkan adanya korupsi-korupsi baru, baik di daerah ataupun nantinya di Jakarta," ungkapnya.
(lil)