Lapindo masih tutup mata, aksi korban lumpur berlanjut
Sabtu, 08 September 2012 - 17:20 WIB
Lapindo masih tutup mata, aksi korban lumpur berlanjut
A
A
A
Sindonews.com - Tidak adanya perhatian dari PT Minarak Lapindo Jaya membuat warga korban lumpur Lapindo marah. Warga melanjutkan aksi menutup dan menguasai tanggul lumpur di Porong, Sidoarjo.
Seluruh aset Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk pengaliran lumpur juga dikuasai dan disita warga. Aksi ini akan terus dilakukan hingga Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya mau membayar sisa ganti rugi yang macet sejak 3-4 bulan lalu.
Secara bergantian, perwakilan warga korban lumpur yang terdampak langsung menjaga pos pintu masuk titik tanggul 25 di bekas Desa Jatirejo, Porong. "Kita tetap menutup sampai Lapindo mau bayar," tukas salah seorang warga, Jain, di tanggul lumpur, Porong, Sidoarjo, Sabtu (8/9/2012).
Warga yang emosi, sempat merusak aset BPLS di titik 25. Posko BPLS yang dikosongkan petugas sejak aksi warga tiga hari lalu, kini rusak. Sejumlah kaca posko pecah dilempari warga.
BPLS sendiri hingga siang tadi tidak dapat berbuat banyak dengan aksi warga menduduki posko ini. Petugas keamanan BPLS yang berjaga di sekitar area tanggul lumpur terpaksa berjaga dengan pakaian sipil untuk menghindari aksi anarkis warga.
Akibat aksi ini, lumpur panas terus meluap ke kolam penampungan. Lumpur pun mulai menggerus tanah tanggul lumpur yang berada di pinggir Jalan Raya Porong.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari PT Minarak Lapindo Jaya atas penundaan pembayaran ganti rugi atau atas aksi warga ini.
Seluruh aset Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk pengaliran lumpur juga dikuasai dan disita warga. Aksi ini akan terus dilakukan hingga Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya mau membayar sisa ganti rugi yang macet sejak 3-4 bulan lalu.
Secara bergantian, perwakilan warga korban lumpur yang terdampak langsung menjaga pos pintu masuk titik tanggul 25 di bekas Desa Jatirejo, Porong. "Kita tetap menutup sampai Lapindo mau bayar," tukas salah seorang warga, Jain, di tanggul lumpur, Porong, Sidoarjo, Sabtu (8/9/2012).
Warga yang emosi, sempat merusak aset BPLS di titik 25. Posko BPLS yang dikosongkan petugas sejak aksi warga tiga hari lalu, kini rusak. Sejumlah kaca posko pecah dilempari warga.
BPLS sendiri hingga siang tadi tidak dapat berbuat banyak dengan aksi warga menduduki posko ini. Petugas keamanan BPLS yang berjaga di sekitar area tanggul lumpur terpaksa berjaga dengan pakaian sipil untuk menghindari aksi anarkis warga.
Akibat aksi ini, lumpur panas terus meluap ke kolam penampungan. Lumpur pun mulai menggerus tanah tanggul lumpur yang berada di pinggir Jalan Raya Porong.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari PT Minarak Lapindo Jaya atas penundaan pembayaran ganti rugi atau atas aksi warga ini.
(hyk)