Penambangan pasir besi ditolak berbagai pihak

Kamis, 06 September 2012 - 13:49 WIB
Penambangan pasir besi...
Penambangan pasir besi ditolak berbagai pihak
A A A
Sindonews.com - Rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo ditentang akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dikhawatirkan penambangan ini akan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat setempat yang menjadikan sebagai lahan pertanian.

Dosen Fakultas Pertanian UGM Jafar Sidiq mengatakan dirinya harus menolak konversi lahan pertanian yang akan dijadikan lokasi penambangan pasir besi. Penambangan ini akan merusak lingkungan.Sebab pengerukan lahan pesisir bisa menjadikan proses infiltrasi. Yakni masuknya air laut yang berasa asin ke air tanah. Padahal selama ini sumur-sumur di pesisir selama ini berasa tawar.

"Ini harus ditolak karena akan merusak lingkungan," tutur Jafar pada syawalan Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo, Kamis (6/9/2012).

Menurutnya, dia sudah lebih dari sepuluh tahun mendampingi petani pesisir dalam mengolah lahan. Sehingga sudah sangat paham dengan karakteristik lahan pertanian yang ada. Termasuk kondisi air di pesisir yang berasa tawar. Kondisi seperti ini sangat sedikit di dunian dan tidak semua lahan pesisir airnya tawar.

Penambangan juga dikhawatirkan akan merusak gumuk pasir yang menjadi ciri pesisir DIY. Keberadaan gumuk ini harus dipertahankan karena memiliki fungsi dalam ekosistem pertanian. "Saya bukan provokator tetapi hasil kajian ilmiah," jelasnya.

Dikatakannya petani di pesisir sudah cukup cerdas dalam mengolah lahan. Mulai dari penggunaan mulsa, pemasangan barier yang merupakan kearifan lokal. "Penambangan harus ditinjau lagi," jelasnya.

Selama ini rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo banyak mendapat tentangan dari masyakarat PPLP. Beberapa kali aksi massa penolakan telah digelar di berbagai tempat. Namun PT Jogja Magasa Iron tetap mendapatkan izin untuk menambang.

"Syawalan ini menjadi refleksi untuk kembali suci dan tetap menolak pasir besi," jelas Ketua PPLP Supriyadi.

Bagi petani PPLP penolakan adalah harga mati. Mereka siap mempertahankan lahan untuk tetap menjadi lahan pertanian.
(azh)
Berita Terkait
KKP Hentikan Penambangan...
KKP Hentikan Penambangan Pasir Laut Ilegal di Pulau Rupat
KKP Hentikan Aktivitas...
KKP Hentikan Aktivitas Pengerukan Pasir di Perairan Pulau Tunda
Investor China Berburu...
Investor China Berburu Kuarsa di Indonesia, HIPKI Ajak Bangun Smelter
Begini Dampak Buruk...
Begini Dampak Buruk Jika Indonesia Ekspor Pasir Laut
Pemerintah Didesak Tak...
Pemerintah Didesak Tak Lagi Terbitkan PK3 MNP
Razia Tambang, Polisi...
Razia Tambang, Polisi Amankan 9 Mesin Sedot di Kawasan Wisata
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved