Uang palsu pecahan Rp20.000 beredar di Sungsang
Kamis, 06 September 2012 - 10:00 WIB
Uang palsu pecahan Rp20.000 beredar di Sungsang
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Sungsang mengindikasikan adanya peredaran uang palsu pecahan Rp20.000 di masyarakat Sungsang. Kapolsek Sungsang AKP Ilham mengatakan, seminggu sebelum Lebaran hingga kini, masyarakat Sungsang mengeluhkan temuan uang pecahan Rp20.000 yang diduga palsu.
Peredaran uang palsu terjadi pada masyarakat nelayan yang melakukan aktivitas perdagangan di pasar-pasar lelang. Akan tetapi, sampai saat ini Polsek belum mendapatkan laporan langsung dari masyarakat.
“Informasi kita, sudah lebih dari 10 orang yang menceritakan banyak uang palsu beredar di Sungsang. Biasanya ada di nelayan atau pembeli ikan dari luar Sungsang,” kata Ilham, Rabu 5 September 2012.
Peredaran uang palsu,menurut Ilham, diduga masuk dari perbatasan selat dan Pulau Bangka.Di mana, kawasan Sungsang bukan menjadi kawasan sentra peredaran, melainkan hanya menjadi kawasan lintasan. Rata-rata pengaduannya bukan pada pecahan uang besar, misalnya Rp50.000–Rp100.000, melainkan uang pecahan Rp20.000.
“Besar kemungkinan dari perlintasan Bangka, bukan dari Kota Palembang atau sekitarnya. Pecahan uangnya pun bernilai kecil, bukan pecahan besar,” ujarnya.
Pecahan uang Rp20.000 palsu yang beredar di tengah masyarakat Sungsang memiliki warna hijau lebih buram, tidak terang, dan jika dalam kondisi basah, hijaunya terlihat luntur.
Terpisah, Kepala Desa Sungsang Amiruddin Ham mengaku pernah mendapatkan uang palsu pecahan Rp20.000 saat melakukan transaksi di pelelangan ikan. Namun, karena dalam kondisi basah, uang tersebut luntur sehingga dia langsung membuang uang itu.
“Pernah satu kali dapat yang palsu. Jika uangnya kering,memang tidak tampak palsu,” kata dia.
Peredaran uang palsu terjadi pada masyarakat nelayan yang melakukan aktivitas perdagangan di pasar-pasar lelang. Akan tetapi, sampai saat ini Polsek belum mendapatkan laporan langsung dari masyarakat.
“Informasi kita, sudah lebih dari 10 orang yang menceritakan banyak uang palsu beredar di Sungsang. Biasanya ada di nelayan atau pembeli ikan dari luar Sungsang,” kata Ilham, Rabu 5 September 2012.
Peredaran uang palsu,menurut Ilham, diduga masuk dari perbatasan selat dan Pulau Bangka.Di mana, kawasan Sungsang bukan menjadi kawasan sentra peredaran, melainkan hanya menjadi kawasan lintasan. Rata-rata pengaduannya bukan pada pecahan uang besar, misalnya Rp50.000–Rp100.000, melainkan uang pecahan Rp20.000.
“Besar kemungkinan dari perlintasan Bangka, bukan dari Kota Palembang atau sekitarnya. Pecahan uangnya pun bernilai kecil, bukan pecahan besar,” ujarnya.
Pecahan uang Rp20.000 palsu yang beredar di tengah masyarakat Sungsang memiliki warna hijau lebih buram, tidak terang, dan jika dalam kondisi basah, hijaunya terlihat luntur.
Terpisah, Kepala Desa Sungsang Amiruddin Ham mengaku pernah mendapatkan uang palsu pecahan Rp20.000 saat melakukan transaksi di pelelangan ikan. Namun, karena dalam kondisi basah, uang tersebut luntur sehingga dia langsung membuang uang itu.
“Pernah satu kali dapat yang palsu. Jika uangnya kering,memang tidak tampak palsu,” kata dia.
(azh)