Membunuh demi dapatkan motor
Kamis, 06 September 2012 - 09:54 WIB

Membunuh demi dapatkan motor
A
A
A
Sindonews.com - Meski masih berusia belasan tahun, aksi Ujasman bin Ahyar (19) terbilang cukup kejam. Demi mendapatkan sepeda motor, buruh yang tinggal di Desa Darat, Pangkalan Lampam, ini nekat membunuh.
Korbannya yaitu Edo Purnomo (16), siswa SMA Pangkalan Lampam, warga Desa Sungai Bungin, tewas kehabisan darah yang keluar dari sembilan lubang bekas tusukan senjata tajam tersangka. Peristiwa ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Desa Lebung Batang, Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa 4 September sekitar pukul 14.00 WIB.
“Tersangka kini diamankan di Polres OKI. Semula tersangka menyerahkan diri ke Polsek Tulung Selapan,” ujar Kanit Pidum Polres OKI Ipda Jhony Marten Rabu 5 September 2012.
Dari penyidikan awal, tersangka membunuh karena ingin memiliki Kawasaki Ninja yang belum berpelat nomor milik korban. Motor itu akan digunakan tersangka untuk menebus utangnya.
“Tersangka punya utang akibat menggadaikan motor orang tuanya dan belum punya uang untuk menebusnya,” katanya.
Untuk memenuhi keinginannya itu, tersangka menyusun rencana.Karena sudah mengenal korban, tersangka menunggu korban di tengah jalan saat pulang sekolah. Kebetulan saat kejadian, korban pulang sendiri. Tersangka lalu menyetop korban untuk minta diantar ke rumahnya. Tanpa menaruh curiga, korban pun tidak keberatan ditumpangi tersangka.
Di lokasi yang sepi di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam,tersangka diam-diam mencabut sebilah pisau yang sudah dipersiapkannya dan langsung menghunjamkan ke pundak korban dari arah belakang. Mendapat tusukan itu, korban berusaha tancap gas dengan harapan mendapat pertolongan warga. Namun, usahanya gagal karena tersangka justru kembali menghunjamkan pisaunya hingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah.
Tidak hanya itu, untuk memastikan korban tewas, tersangka kembali menghunjamkan tusukan ke tubuh korban yang sudah terkapar. Selanjutnya, tersangka langsung kabur dengan membawa sepeda motor hasil rampasannya itu ke arah Desa Tulung Selapan. Sementara, korban yang sudah tewas di tempat kejadian ditinggal begitu saja.
Kemudian, keberadaan korban baru diketahui warga yang melaporkannya ke pihak berwajib.
“Petugas jajaran Polsek Pampangan yang dipimpin AKP Ihsan bekerja sama dengan petugas Polsek Pangkalan Lampam yang dikomandoi Ipda Tarigan langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Rupanya hingga tadi malam tersangka sudah berada di Tulung Selapan dan dikabarkan telah menyerahkan diri ke polsek setempat sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkapnya.
Kepada polisi, tersangka Ujasman mengakui jika dia telah membunuh dan merampas sepeda motor korban. Hal itu dia lakukan untuk membayar utang.
”Saya butuh uang untuk menebus sepeda motor saya yang sudah tergadai, makanya saya berusaha merampas motor korban, sebelumnya memang kami sudah saling kenal,” katanya.
Dia mengaku terpaksa membunuh korban karena korban memang sudah lama mengenalnya. Dia khawatir jika tidak dibunuh, korban akan melaporkannya ke polisi.
Korbannya yaitu Edo Purnomo (16), siswa SMA Pangkalan Lampam, warga Desa Sungai Bungin, tewas kehabisan darah yang keluar dari sembilan lubang bekas tusukan senjata tajam tersangka. Peristiwa ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Desa Lebung Batang, Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa 4 September sekitar pukul 14.00 WIB.
“Tersangka kini diamankan di Polres OKI. Semula tersangka menyerahkan diri ke Polsek Tulung Selapan,” ujar Kanit Pidum Polres OKI Ipda Jhony Marten Rabu 5 September 2012.
Dari penyidikan awal, tersangka membunuh karena ingin memiliki Kawasaki Ninja yang belum berpelat nomor milik korban. Motor itu akan digunakan tersangka untuk menebus utangnya.
“Tersangka punya utang akibat menggadaikan motor orang tuanya dan belum punya uang untuk menebusnya,” katanya.
Untuk memenuhi keinginannya itu, tersangka menyusun rencana.Karena sudah mengenal korban, tersangka menunggu korban di tengah jalan saat pulang sekolah. Kebetulan saat kejadian, korban pulang sendiri. Tersangka lalu menyetop korban untuk minta diantar ke rumahnya. Tanpa menaruh curiga, korban pun tidak keberatan ditumpangi tersangka.
Di lokasi yang sepi di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam,tersangka diam-diam mencabut sebilah pisau yang sudah dipersiapkannya dan langsung menghunjamkan ke pundak korban dari arah belakang. Mendapat tusukan itu, korban berusaha tancap gas dengan harapan mendapat pertolongan warga. Namun, usahanya gagal karena tersangka justru kembali menghunjamkan pisaunya hingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah.
Tidak hanya itu, untuk memastikan korban tewas, tersangka kembali menghunjamkan tusukan ke tubuh korban yang sudah terkapar. Selanjutnya, tersangka langsung kabur dengan membawa sepeda motor hasil rampasannya itu ke arah Desa Tulung Selapan. Sementara, korban yang sudah tewas di tempat kejadian ditinggal begitu saja.
Kemudian, keberadaan korban baru diketahui warga yang melaporkannya ke pihak berwajib.
“Petugas jajaran Polsek Pampangan yang dipimpin AKP Ihsan bekerja sama dengan petugas Polsek Pangkalan Lampam yang dikomandoi Ipda Tarigan langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Rupanya hingga tadi malam tersangka sudah berada di Tulung Selapan dan dikabarkan telah menyerahkan diri ke polsek setempat sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkapnya.
Kepada polisi, tersangka Ujasman mengakui jika dia telah membunuh dan merampas sepeda motor korban. Hal itu dia lakukan untuk membayar utang.
”Saya butuh uang untuk menebus sepeda motor saya yang sudah tergadai, makanya saya berusaha merampas motor korban, sebelumnya memang kami sudah saling kenal,” katanya.
Dia mengaku terpaksa membunuh korban karena korban memang sudah lama mengenalnya. Dia khawatir jika tidak dibunuh, korban akan melaporkannya ke polisi.
(azh)