2014, Asia Tenggara bebas polio
Kamis, 06 September 2012 - 08:56 WIB
2014, Asia Tenggara bebas polio
A
A
A
Sindonews.com - Delegasi 11 negara anggota World Healt Organization (WHO) di kawasan Asia Tenggara siap mendeklarasikan bebas polio pada Januari 2014.
Direktur Jenderal WHO Dr Margareth Chan mengatakan, untuk mencapai jalur bebas polio itu,saat ini upaya yang dicanangkan yakni meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, mutu surveilen, serta mempertahankan kekebalan terhadap polio pada balita. Langkah yang dilakukan yakni melalui iñtensifikasi imunisasi rutin dan masa vaksinasi khusus jika diperlukan.“Anggota WHO regional Asia Tenggara dituntut harus bisa melakukan eradikasi polio secara global,” katanya Rabu 5 September 2012.
Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi mengatakan,penanganan polio merupakan tugas bersama. Untuk menekan penyebaran polio, kata dia, perlu adanya penanganan secara dini melalui pola pencegahan imunisasi terhadap semua bayi, 80 persen penyebab timbulnya virus polio bisa dicegah.
“Kita (Indonesia) sudah bebas dari polio, namun tidak serta merta kita tertidur, waspada sejak dini sangatlah penting agar tidak menyebar kembali,” paparnya.
Menkes menegaskan, meski Indonesia sudah terbebas dari polio, potensi adanya penyebaran virus polio tetaplah besar. Itu karena jumlah penduduk yang datang ke Indonesia dari negara yang memiliki jumlah angka penderita polio dinilai masih tinggi dan dapat memicu berkembangnya penyebaran virus polio.
Direktur Jenderal WHO Dr Margareth Chan mengatakan, untuk mencapai jalur bebas polio itu,saat ini upaya yang dicanangkan yakni meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, mutu surveilen, serta mempertahankan kekebalan terhadap polio pada balita. Langkah yang dilakukan yakni melalui iñtensifikasi imunisasi rutin dan masa vaksinasi khusus jika diperlukan.“Anggota WHO regional Asia Tenggara dituntut harus bisa melakukan eradikasi polio secara global,” katanya Rabu 5 September 2012.
Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi mengatakan,penanganan polio merupakan tugas bersama. Untuk menekan penyebaran polio, kata dia, perlu adanya penanganan secara dini melalui pola pencegahan imunisasi terhadap semua bayi, 80 persen penyebab timbulnya virus polio bisa dicegah.
“Kita (Indonesia) sudah bebas dari polio, namun tidak serta merta kita tertidur, waspada sejak dini sangatlah penting agar tidak menyebar kembali,” paparnya.
Menkes menegaskan, meski Indonesia sudah terbebas dari polio, potensi adanya penyebaran virus polio tetaplah besar. Itu karena jumlah penduduk yang datang ke Indonesia dari negara yang memiliki jumlah angka penderita polio dinilai masih tinggi dan dapat memicu berkembangnya penyebaran virus polio.
(azh)