Jumlah kasus DBD meningkat
Rabu, 05 September 2012 - 08:13 WIB
Jumlah kasus DBD meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat empat orang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) sampai Agustus 2012.
Sementara 648 orang harus menjalani perawatan karena penyakit yang sama. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Jalaludin menjelaskan, pada 2012, jumlah penderita DBD meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 530 orang, tanpa kasus kematian.
“Bila melihat jumlah kasus yang terjadi tahun ini, maka terjadi peningkatan yang cukup tajam. Pada tahun lalu jumlahnya hanya 530 kasus, tapi tahun ini angka itu terlewati hanya dalam periode Januari- Agustus 2012.Belum lagi adanya empat kasus kematian,” ujar Jalaludin.
Dia mengatakan, kenaikan jumlah kasus DBD ini dipicu akibat beberapa faktor, salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya genangan air yang ditimbulkan. Sementara curah hujan tidak menentu di tengah musim kemarau ini. Genangan-genangan air tersebut umumnya menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk penyebar virus DBD.
“Mulai Juli lalu, kami berupaya meningkatkan intensitas kegiatan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.Kegiatan ini diharapkan bisa menekan angka kasus DBD hingga akhir tahun nanti. Setidaknya dibarengi juga dengan program pola hidup sehat yang harus diberlakukan warga minimal satu minggu sekali. Salah satunya dengan membersihkan lingkungan sekitar secara bersama-sama,” jelasnya.
Peningkatan kasus DBD juga terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dinas Kesehatan setempat mencatat jumlah penderita DBD hingga Mei 2012 sebanyak 101 kasus. Padahal, pada April 2012 jumlah penderita penyakit itu hanya 64 kasus.
“Data kasus ini berdasarkan laporan puskesmas-puskesmas yang tersebar di beberapa kecamatan,” kata Yogi Rosbianto, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Sukabumi.
Sementara 648 orang harus menjalani perawatan karena penyakit yang sama. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Jalaludin menjelaskan, pada 2012, jumlah penderita DBD meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 530 orang, tanpa kasus kematian.
“Bila melihat jumlah kasus yang terjadi tahun ini, maka terjadi peningkatan yang cukup tajam. Pada tahun lalu jumlahnya hanya 530 kasus, tapi tahun ini angka itu terlewati hanya dalam periode Januari- Agustus 2012.Belum lagi adanya empat kasus kematian,” ujar Jalaludin.
Dia mengatakan, kenaikan jumlah kasus DBD ini dipicu akibat beberapa faktor, salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya genangan air yang ditimbulkan. Sementara curah hujan tidak menentu di tengah musim kemarau ini. Genangan-genangan air tersebut umumnya menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk penyebar virus DBD.
“Mulai Juli lalu, kami berupaya meningkatkan intensitas kegiatan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.Kegiatan ini diharapkan bisa menekan angka kasus DBD hingga akhir tahun nanti. Setidaknya dibarengi juga dengan program pola hidup sehat yang harus diberlakukan warga minimal satu minggu sekali. Salah satunya dengan membersihkan lingkungan sekitar secara bersama-sama,” jelasnya.
Peningkatan kasus DBD juga terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dinas Kesehatan setempat mencatat jumlah penderita DBD hingga Mei 2012 sebanyak 101 kasus. Padahal, pada April 2012 jumlah penderita penyakit itu hanya 64 kasus.
“Data kasus ini berdasarkan laporan puskesmas-puskesmas yang tersebar di beberapa kecamatan,” kata Yogi Rosbianto, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Sukabumi.
(azh)